Sign of GASLIGHTING

Gaslighting is a form of psychological manipulation in which a person or a group covertly sows seeds of doubt in a targeted individual, making them question their own memory, perception, or judgment, often evoking in them cognitive dissonance and other changes such as low self-esteem.

Are you the victim of gaslighting?


Watch out for these signs;
  1. You constantly question yourself
  2. You wonder if you're too sensitive
  3. You're easily being more anxious and less confident than before
  4. You struggle to make decisions
  5. You can't stop apologizing
  6. You think you do everything wrong
  7. You think you're not good enough
  8. Always feel you make bad choices
  9. You think you deserve to be alone
  10. You are unhappy for no reason
  11. You create excuses for them
  12. You've lost confidence
  13. Avoid giving information to friends or family members to ask for a confrontation with a partner
  14. Feel alienated from friends and family
then, how to recover from gaslighting? Stay calm, you are not alone. It's okay not to be okay, sometimes the answer is only from yourself. You are the ultimate rescuer for yourself. Here's the answer:

Accept the fact like the way it is, everything is not your fault. There is always no good news from the past. Accept it as a part of your GREAT JOURNEY!

Call It What It Is
Many people find the label “gaslighting” very useful because it names an experience they felt but couldn’t quite describe. After all, gaslighting is effective because you aren’t aware of what’s really happening since you’ve been made to doubt your perception of reality. Saying “that’s gaslighting behavior” is an essential step toward breaking free from it.

Get Free
As long as you’re in contact with a gaslighter, you’re susceptible to their manipulation since they know how to push your buttons. If you can, break off contact with the person. Of course, it’s more difficult when the gaslighter is a family member or someone else that’s hard to avoid, in which case you may need to minimize interactions rather than avoid them entirely. Please note that leaving a gaslighting partner can be dangerous in some circumstances; talk with a trusted loved one, and law enforcement if necessary, and take appropriate precautions. You need to surrender to the situation for getting a good closure if they refused to make it happened. It's okay to make yourself stop for asking a single "sorry" from them, it won't work.
You can't make a person appreciate you by doing more of what they refuse to appreciate.

Be Gentle With Yourself
Many people turn against themselves when they realize they’ve been gaslighted, blaming themselves for not recognizing it and breaking away sooner. Keep in mind that this kind of self-criticism is a common result of gaslighting. Try to let go of self-blame, and acknowledge that gaslighters are very skilled at the art of manipulation. The most important thing is that you’ve recognized it, and will learn from this experience.

Surround Yourself With Love
Nothing makes us more miserable than an abusive relationship, and nothing heals like loving relationships. Spend as much time as you can with people who love and appreciate you. Talk with them about the doubts and fears that became a part of your life through the gaslighting relationship. Allow them to validate your reality as you let go of constant self-doubt. Let these connections nourish you.

Learn From Your Experience
After being on the receiving end of gaslighting, you’re better equipped to recognize the warning signs. If your significant other was the gaslighter, be careful as you get into a new relationship. Educate yourself through bookspodcasts, and other resources so you can avoid likely gaslighters in the future.

Finally, keep in mind that you may see everyone as a potential gaslighter for a while—and for good reason. The trauma of gaslighting can lead to being “once bitten, twice shy,” and can make you highly attuned to possible emotional manipulation. Remember that not every disagreeable behavior is a symptom of gaslighting. Instead, look for a pattern of behavior over time and in different settings.

It’s not easy to recover from gaslighting, but it’s worth the work it takes as you learn to trust yourself again.

(Ephesians 4:32)

Good luck, it will be a beautiful journey! Yosssshhh...

Search Results


Web results



P.S
Fvck u corona! Mo maiiiinnnnnnnn ):



Jakarta,
18.04.2020

Places We Won't Walk


Aku mencoba mempelajari mengapa aku tidak bisa menempatkan diri untuk memahami diriku sendiri. Ia terus saja terdiam sambil terus berjalan dan tidak tahu berapa lama atau bagaimana ujung jalan ini nanti. Ia yang tidak bisa tunduk pada realita yang didapatnya, Ia yang selalu menganalisa mengapa keikhlasan dan ketulusannya berbuah pada pengabdian yang sia-sia. Lucunya caramu meninggalkan ini semua membuatku masih terus membandingkan bahwa derajatku sebagai manusia tidak memenuhi harapanmu, ketika mungkin yang kau hadapi saat ini jauh lebih baik dan menarik untuk dijalani. Padahal harapanmu itu hanya berbisik tidak pernah secara nyata bisa aku ketahui. Diam itu emas? Sayangnya tidak semua diam adalah emas.

Lalu jadilah aku yang masih saja terus berupaya dengan keras kepala mencari cara lain untuk memulihkan diriku, memberanikan diri menghadapi rasa sakit itu kembali, aku ke Bandung. Sudah setahun lebih sejak aku ribut dengan sahabat-sahabatku yang masih kuingat persis aku sedikit membelamu di dalamnya, aku tidak mau kamu menjadi objek dari waktuku yang berharga yang terkesan hanya untuk dirimu saja (padahal ya, aku mengutamakanmu), dan sisa waktu yang harus dimanfaatkan untuk mengurus perbekalanmu sebelum kamu pergi meninggalkan segalanya. Liburan yang harus disegerakan, kebersamaan yang harus diburu-buru untuk menjadi bermakna.  Aku tidak pernah menikmati Bandung dengan benar sejak saat itu, pun untuk kita berdua. Aku ingat persis waktu itu aku bilang, bisa saja momen ini adalah kesempatan terakhir kita berdua di Bandung bersama. Tergenapilah sudah.

Ya kalau pada akhirnya kamu melihat tulisan ini, mungkin di situlah kamu baru sadar aku mengupayakan segalanya untuk tidak merusak dan membagi pikiranmu supaya kamu utuh untuk pergi, aku ya digeser-geser saja tidak apa. Mungkin itu juga yang ada di benakmu sebelum pada akhirnya kamu menemukan kecacatanku dan kadar toleransi serta empatimu menjadi tidak ada sama sekali. Masih ku ingat jelas raut wajahmu yang tidak ada rasa khawatir sedikitpun di hari itu, bersenda gurau soal melanjutkan S3 dan butuh berapa lama lagi tanpa pernah kamu membahas bagaimana kita selanjutnya. Terang saja, rasa-rasanya kita di masa depan hanyalah sebuah angan-angan di obrolan sore. Pada akhirnya kamu menemukan justifikasi atas kegundahanmu sendiri tanpa pernah berani untuk mendiskusikannya, bahkan kamu seorang lelaki yang tidak pernah menawarkan kejujuran atas keraguanmu di jalan ini, hingga pada akhirnya kamu memilih untuk bersahabat dengan dendam itu. Kamu menyimpannya dengan sangat rapih, menolak untuk mengutamakan hati daripada mementingkan emosi.

Aku sadar, bukan tugasku membuatmu menjadi lebih manusia apabila kamu enggan menganggapku ada.
Aku sadar, aku memang tidak pernah memilikimu sejak awal.
Aku sadar, kamu tidak pernah berada di jalan yang sama.

Mungkin kalau terjadi sesuatu denganku, kamu pun tetap pergi dengan tanpa membawa rencana apapun atas diriku ataupun kita. Pelukanmu hari itu, menegaskan bahwa kamu pergi dan tidak ada berencana untuk kembali lagi, kamu bilang aku rumahmu, nyatanya kamu cuma singgah saja 3 tahun ini baik fisik, rasa maupun karsamu. Kamu yang tidak bisa menawarkan ketenangan pergi begitu saja dengan meninggalkan ketakutan, kamu boleh marah kalau tersinggung dengan kata-kataku ini, tapi kalau benar ya jangan ulangi dengan perempuan lain lagi. Belajarlah untuk tidak setengah-setengah membagi diri dan memahami apapun di luar dirimu sendiri, apabila sudah ya ditunjukkan saja tidak perlu ragu untuk mencoba. Aku rasa kamu sudah cukup banyak dapat pengalaman dariku, semoga kelak kamu bisa lebih baik lagi dalam memberi walau tak suci, terus mengobati walau membiru, mengampuni tanpa memperhitungkan masa lalu, dan tetap membasuh walaupun kering. Kau pun jelas tahu, tidak semua luka bisa kering dengan sendirinya. Satu hal,  jangan pernah lagi menjadikan pasanganmu tokoh utama atas peraduan dan keraguanmu, itu bukanlah solusi terbaik untuk menjadi manusia yang baik. Aku mohon, jangan ulangi lagi. Bukan cuma kamu manusia yang pantas punya hidup lebih baik, yang lain pun layak mendapatkan kebaikan dalam hidupnya.

Jadi sekali lagi, aku tidak bisa menikmati Bandung seperti biasanya. Betapa tidak, aku kan selalu bersemangat sekali tiap ke bandung, makanannya, suasananya, apalagi kalau kebetulan ada konser bisa didatangi di kota ini. Berlebihan mungkin, tapi bagiku Bandung masih sama indah apa adanya walaupun dengan kesenderianku. Di tengah wabah virus sialan ini, mungkin percuma juga untuk bisa menikmati suasananya karena Bandung seperti kota mati, pemerintah mulai menghimbau untuk supaya semua orang di rumah saja. Sudah ada yang meninggal dan banyak pasien positif di Bandung, tapi aku pun tetap berangkat. Ada panggilan rasanya untuk tetap berangkat, meski beberapa teman sampai ada yang menyindirku karena tidak di rumah saja. Aku benci sekali situasi wabah seperti ini, bukan karna takut mati karna virus tapi aku yang makhluk sosial ini susah sekali hidup di ruang sepetak sendirian, saat semua orang menjadi sangat sensitif karena berita-berita yang membuat mereka semua depresi. Kau pun tahu, aku manusia yang kekuatannya bersumber dari bertemu dengan banyak manusia.

Senin waktu itu, aku hanya berniat untuk mencari jajanan di sekitar jalan Dipatiukur, naik ojek online tidak mengajak siapapun karena mereka semua takut untuk keluar. Namun sore itu, aku berubah pikiran dan berhenti di satu tempat yang sama-sama kita tahu, tempat yang bisa membuat kita tersenyum malu karena mengingat kenangannya. Pertigaan itu, masih ingat kan? Aku memberhentikan ojekku di sana, terduduk diam menikmati tempat itu untuk waktu 10-15 menit. Kebetulan sekarang sudah ada kursi taman di trotoar, begitu banyak perubahan Bandung dari hari terakhir kita kunjungi. Lama coba bertahan, betapa segala janji bersama dan impian kita hilang seketika, berbeda dengan hari itu kita pernah datang dengan segala mimpi dan tawa yang harus kita jaga bersama. Mungkin seharusnya waktu itu, aku tak menerima tawaranmu untuk mengantarkanku pulang.






What I exactly know is;
Trust should be earned from someone, through their actions, thoughts, and words. It's not something that should be given upfront until it's exhausted then over, there are some layers of the trust until it leads you to unconditional trust.
I did it to you several times, my parents did it also to me. 
of course, your family did it to you too.


It's called unconditional love.



Jakarta,
05.04.2020




Closure-2

Here's a dedication to you:

These mountains that you are carrying, you were only supposed to climb

Moving on may take stages, but humans do not heal and clear-cut steps
One moment you may feel completely healed
and the next moment the scent of a breeze that reminds you of them
Breathes the pain so freshly back into your flesh and rips your heart into pieces
Once again you forgive them one day
and the next day your self-worth screams into every vein of yours
Paralyzing you, begging you to be angry with them

As I mourn the loss of your love, my heart cries
I tell the memories of you that I love you and I want you back
Your memories fight back and tell me;
He never loved you
He never loved your smile nor your lips
He never loved your vision nor your eyes
He never loved your touch nor your creases on your hands
He never loved your innocence nor your fair skin
He never loved your thoughts nor your mind
He never loved your care nor your heart

He only loved your love and the way you loved him
You made him king but there was no Kingdom to rule
You put your suns in his sky but the night was his home
You made him a knight but there were no battles to fight
He never loved you, but he loved the reflection of the men he saw in your eyes

Once upon a mistake, I loved you and you loved me
The sunshine brighter than ever in my sky
and I felt like heaven could not be close enough to my happiness
After I spilled my love into your heart, I said to you that I was sorry for hurting you
Although I did not understand how my love for you could have hurt you
After we fought our fights and caused each other pain
only because I loved you and could not let you go
and you stopped loving me and wanted me to let you go
months upon months
tears upon tears
letters inside letters
hopes inside hollow hopes
I wrote to you
I begged you to not leave me but you left

Like a bird with broken wings, I stood in front of you and I said to you
I cannot let you go because I'm so uninterested in a reality without you
If I imagined growing old with you and letting the child and me play around you
How can I hate you?
I don't just want to be your attention
I want your attention
I don't just want to be wanted
I crave you wanting me
I crave the love you had for me
I want you to love me if it's time that you want I will wait
Just tell me that we will have someday what we have one day

One day you will tell me that you wish you never left
and I will tell you that I wish that you had never come back
that I wish that you had not walked away, but you did walk away
You will tell me that you missed the look of love in my eyes
and I will ask you if you missed the tears that my eyes cried the day that you walked away
You will tell me that you wish I would give you another chance 
and I will tell you that I wished you never walked away but you did
You will tell me that you are not yourself when you walked away
and I will tell you that I was not myself when I thought that you were the one
So do me a favor and walk away this time because...
I do not want you to stay

I hope from the bottom of my heart that no one ever hurts you like the way you hurt me
I could easily wish you pain, but you hurt me so much
that I would never wish it upon to anyone let alone someone I loved
Today, I decided to forgive you
Not because you apologized or because you acknowledge the pain that you caused me
but because my soul deserves peace and I will not deny my soul it's rights
My dear self,
I apologize for not putting you first for putting them first
for making your worth dependent on how they saw you
for making their words more important than yours
for not allowing myself to forgive you
Forgive me for believing them when they said there's something wrong with you
Forgive me for not believing in you
Forgive me for loving them more than loving you


I will never be waiting for you anymore, even for a single sorry.
God forgives me who is full of sin, who am I not to forgive you?
Hopefully, in the midst of this virus outbreak you are still fine and healthy, If I leave this world first, please prove my kindness through your attitude towards others.
Your life is precious for other people, please live to serve others.


Your happiness will last forever





Jakarta,
27.03.2020

Intuisi

Aku berhasil melewati tengah malam dalam tidur yang cukup nyenyak tanpa berpikir yang bukan-bukan, meski seharian sebelumnya cukup menguras pikiranku seperti mau gila rasanya mengingat tentang banyak hal yang bahkan tidak pernah kuizinkan untuk masuk ke dalam pikiranku, tapi terus saja lewat tanpa permisi.

Semacam ritual yang banyak orang lakukan juga, entah di kamar mandi, duduk di taman, di pinggir halte, atau pun saat mau tidur ketika menatap langit-langit kamar. Andai manusia punya kemampuan untuk cepat membuang pikiran yang tidak penting saat itu untuk dipikirkan, aku mungkin tidak sebodoh ini, mungkin sudah jadi manusia yang punya keahlian 50 bahasa, atau manusia yang mampu berhitung dalam waktu detik, atau juga seorang pelukis yang mampu membuat lukisan yang sangat bagus dan semua orang memujanya.

Nyatanya aku hanya manusia biasa yang sibuk dengan kekhawatiran hidupnya besok akan seperti apa, besok siapa yang harus dibantu, besok siapa yang harus dibuat senang, dan besok besok besok.

Aku terus mengingat kepahitan itu, rasanya mau kulepas saja jiwa yang menagih terus ketenangan yang bukan lahir dari diriku sendiri. Bukan aku tidak berusaha untuk menciptakan ketenangan untuk diriku sendiri, aku sudah cukup lelah berharap lewat orang lain, tapi Ia tidak sejalan terus dengan prinsipku sendiri. Tidak ada lelahnya, Ia terus menyalahkanku yang hanya pasif kali ini tidak seperti biasanya keras kepala mencari apa yang diinginkannya. Ia tidak terima aku yang ikut menyerah, lelah aku mengingatkannya bahwa memang sudah tidak ada jalan apapun lagi untuk membangun mimpi yang sudah hancur lebur ini. Ia menyebutku penipu mahir yang kerap kali mengelabuinya dari harapan-harapan yang tidak pernah kuizinkan masuk lagi. Sungguh, aku tidak mau berharap apapun lagi pun untuk satu kata maaf sekalipun. Aku mau melupakan segalanya.

Setelah lewat tengah malamnya Ia pun tidak terima dan terus membuatku resah hari ini, membuatku yang sedang tidak dalam kondisi baik ini memikirkan sebuah tanggung jawab yang dimana harusnya bukan milikku lagi. Aku tidak bisa mengucapkannya tanpa berharap sesuatu dari niat itu, aku yang berulang kali datang berusaha membasuh dalam kedukaan namun tetap meronta kekeringan dan tidak ada satupun yang peduli untuk membasuhnya kembali.

Kecil, menyerahlah! Aku pun sedih dengan kondisi ini tapi apa yang bisa kubuat lagi? Aku tidak punya kekuatan apapun untuk mengabulkan keinginan sederhanamu itu. Setelahnya kau pasti akan terus menggangguku membentuk harapan-harapan palsu yang kau sendiri pun paham kita tidak akan pernah bisa sampai di sana. Tidak akan pernah! Mengertilah, menyerahlah. Dunia tidak mengerti harapan apa yang kita pelihara selama ini, kekurangannya tidak ada satupun yang mau menerima dan memperbaikinya.

Aku paham, tapi
Simpanlah selamat ulang tahun itu, tidak harus tiba hari ini, tidak harus tepat waktunya.
Dia sudah tidak terjaga menanti kata-kata indah yang biasa kita lantunkan
Dia sudah tidak menunggu nada-nada puisi yang kita rangkai
Dia sudah tidak merindukan suara tawa pun tangis yang biasa terdengar
Kecil, maafkan aku ya.
Maaf aku terlalu keras padamu,
Bersabarlah, segala niat baikmu akan bermuara kepada seseorang lagi yang sepenuhnya menantimu dalam situasi apapun.
Sampai tiba saatnya itu, maukah kau tetap berjalan bersamaku?
Aku tidak bisa menggenggam tangan siapapun lagi kecuali dirimu seorang

Kecil!

Kita sedang di kereta sekarang menuju Bandung, sabar ya sebentar lagi sampai.

Kita napak tilas semuanya!

Segala kesenangan saat kita dulu sebebas itu untuk saling membangun pribadi satu-sama lain
Aku masih ingat ambisimu yang membara untuk mau tau banyak hal!
Pun kita akan ke tempat itu nanti, tempat dimana kau pertama kali bertemu dengannya
Kita tinggalkan segalanya nanti di tempat itu ya,
termasuk ucapan selamat ulangtahun yang tertahan malam ini
Biarkan saja di sana, tidak perlu kita bawa pulang lagi
Nanti kita jalan-jalan dan makan enak ya!
Kita hadapi memori-memori itu, jangan khawatir. Ada aku di sini...



Argo Parahyangan,
20.03.2020