Showing posts with label Makhluk Sosial. Show all posts
Showing posts with label Makhluk Sosial. Show all posts

Malaikat Tak Bersayap

Halo semuanya, izinkan saya punya cerita sedikit.
Sebagai manusia korban social media, saya tergerak untuk melakukan sesuatu. Meskipun langkah ini hanya sebuah gerakan kecil, namun saya berharap adanya dampak besar yang bisa didapat. Saya percaya setiap manusia memiliki cinta dan hasrat untuk menjadi lebih baik, entah untuk dirinya sendiri ataupun menjadi guna untuk orang lain.
Seringkali kita tidak paham bahwa sebenarnya Tuhan ada dimana-mana, kita kurang melihat ke kanan dan ke kiri bahwa sebenarnya banyak malaikat tanpa sayap di luar sana dan ada Tuhan di dalam insan mereka. Berbuat kebaikan tidak melulu harus dalam skala besar, sekecil apapun kebaikan akan berbuah terus menerus. Karna saya percaya kebaikan seperti rantai, terus tidak pernah putus.
Saya berkenalan dengan saudara Aldi RayFaldo seorang anak muda yang menemukan Nenek Gentian Berutu.

Berikut kisahnya yang saya repost.


"Astafirullah ya Allah,

Kemarin ketika saya sampai di Medan,orang tua saya langsung memberitahukan kepada saya,bahwa ada seorang wanita yang sudah lanjut usia,yang sangat layak untuk dibantu.

Dan malam ini,saya beserta ibu saya menyempatkan untuk melihat langsung kondisi wanita tersebut.
Wanita tersebut bernama Nenek Gentian Brutu.
Beliau tinggal sendirian didalam sebuah gubuk kumuh di dalam lahan jagung.
Beliau menumpang di lahan tersebut,dan mendirikan sebuah gubuk untuk tinggal.
Namun belakangan ini,pemilik lahan sudah menyuruh beliau untuk pindah,dikarenakan lahan tersebut akan dibuat perumahan.
Sekarang beliau tidak tau akan menetap dimana.

Bagi kalian yang ingin menyisihkan sedikit rezeki untuk nenek ini,bisa melalui saya atau langsung datang ke tempat nenek tersebut.
Kami sudah menanyakan kepada beliau,apakah ingin dibuatkan rekening sendiri untuk penampungan dana,namun beliau bilang tidak perlu,karena beliau buta huruf dan tidak mengerti cara menggunakan bank.

Beliau mengamanahkan pengumpulan dana donasi kepada saya.
Seperti biasa,semua dana yang masuk akan saya informasikan secara transparan dan akan diserahkan sepenuhnya kepada nenek tersebut.
Nenek tersebut berkata,ingin sekali menyewa sebuah rumah.
Marilah kita saling bantu-membantu untuk mewujudkan impian beliau.
Karna tempat tinggal beliau yang sekarang jauh dari kata layak.

Bagi yang mau berdonasi,silahkan.
Semoga amal kebaikan anda dibalas oleh Allah berkali-kali lipat.
Bagi yang tidak ingin berdonasi,tidak apa2.
Tidak perlu susah payah untuk berkomentar yang negatif.
Jangan halangi sesorang untuk berbuat kebaikan.

Jika anda tidak percaya melalui saya,bisa langsung ke alamat nenek tersebut di Simpang Melati,Jalan Flamboyan Raya,Gang Ikip,Kelurahan tanjung selamat, kecamatan medan tuntungan.
Atau jika ingin saya antarkan kerumah nenek tsb,bisa langsung kerumah saya di Jln Flamboyan 10,Gang Batak,Kelurahan Tj Selamat, Kec Medan Tuntungan.
Bagi warga medan dan sekitarnya,saya harap anda bisa menyempatkan diri untuk datang langsung ke lokasi untuk melihat kondisi kehidupan nenek tersebut dan memberikan langsung bantuan tanpa melalui saya.

Bagi yang diluar kota,yang ingin berdonasi bisa ke rekening dibawah :

Bca
7870456616 a/n ALDI RAYFALDO PUTRA

Bri
532201010501532
ALDI RAYFALDO PUTRA
Donasi ditutup tanggal 10 agustus 2017.
Semoga rezeki kita dilimpahkan oleh yang maha kuasa, Amin ðŸ˜‡



Saya mengajak Bapak, Ibu, Kakak, Adik, dan teman-teman sekalian untuk sudi membantu makhluk Tuhan juga ini dalam bentuk APAPUN, baik itu moral maupun materiil. Terutama saudara-saudara sekalian yang berdomisili di Medan, Sumatera Utara.



Saat ini Inang kita ini sudah diberikan bantuan oleh tim @tnbgpedulisesama yaitu uang sebesar 5.000.000 rupiah untuk dapat mengontrak rumah tidak jauh dari Ia ditemukan selama 1 tahun. Namun dengan perabotan seadanya, kasur dan bantal seperti itu sangat besar harapan saya kita bisa memberikan Inang kita ini kompor, peralatan masak, kasur yang layak, beras, dan perabotan rumah sederhana untuk bisa digunakan oleh Beliau dengan baik.

Bagi yang ingin berdonasi langsung bisa transfer dan sertakan bukti transfernya ke saudara Aldi Rayfaldo Putra sendiri akan secara transparan dilakukan laporan uang dibelikan untuk apa saja.
Bagi yang ingin main kesana dan memberikan bantuan secara langsung bisa datang ke rumah Inang ini di:
Alamat lengkap Penggalang Dana
atas nama ALDI RAYFALDO PUTRA
Jalan Flamboyan 10,Gang Batak No. 1,Kelurahan Tj Selamat,Kec Medan Tuntungan.


“Not all of us can do great things. But we can do small things with great love.” 






Bandung,
4/8/2017

Kenangan Tentang Wanita Tua


Betapa kita sangat menghargai seseorang apabila seseorang itu sudah tidak ada.

Kehilangan menjadi kesunyian yang patut diberi harga.
Karena sudah hilang, tak bisa diulang.

Saya tak pernah cerita perihal kosan saya dulu di sini. Saya penghuni kosan kecil di Jatinangor, Sumedang, namanya Pondok Graha Mukti. Jangan kira ini kosan mewah, hanya rumah tua di dalam gang yang disulap menjadi kosan dengan kurang lebih 30 kamar. Saya di lantai dua, atapnya rendah seolah saya tak perlu bermimpi tinggi-tinggi karena takut mantul lagi.

Pemilik kosan saya wanita tua, bahkan saya tidah tahu persis namanya, yang saya tahu kami semua memanggilnya Ibu Princess. Kurang tahu juga kenapa dipanggil begitu, saya tidak pernah juga cari tahu. Terkadang Ibu Rika (anaknya) dan keluarga datang mengurusnya yang sering sakit-sakitan. Tahun-tahun berlalu fisiknya makin rapuh, umurnya sudah menginjak 80an.

Subuh tadi, Beliau dipanggil Tuhan. Ya, selesailah rasa sakit yang dideritanya selama ini. Ia sedang menuju surga malam ini. Tidak perlu pakai sarung tangan lagi, plastik di kaki lagi, atau masak mie instan lagi.

Lalu memori menari-menari di kepala saya,
Beliau memang tidak sering berkomunikasi dengan anak-anak di kosan, mungkin karena baik Ibu Princess atau anak-anak bingung pembicaraan seperti apa yang pantas untuk menemani hari-hari seorang wanita tua. Tapi saya suka menanyakan kabarnya, entah itu dianggapnya basa-basi atau bukan. Ia suka memperhatikan kalau saya diantar sama laki-laki kalau pulang ke kosan. Betapa Ia ingin tahu siapa sebenarnya pacar saya, padahal tidak ada.

Kemudian saya ingat lagi betapa saya licik tiap mau laundry pakai mesin cucinya, uang yang saya masukkan ke celengan kejujuran tak sebanding dengan pakaian kotor yang saya cuci. Dia memberikan tatapan sinis lalu saya berlalu saja tanpa peduli dengannya, sumpah saya suka keletihan saja waktu itu.


Pernah juga saya sedang senang hari itu, begitu pulang saya melihat dia termangu di teras depan. Menatap saya tanpa menyapa, senyum, atau basa-basi sore yang biasa kami lakukan. Dia hanya menatap saya sayu, tersadarlah saya mungkin memang begitulah kalau sudah tua. Kadang lupa, kadang tidak tahu harus merespon orang seperti apa. Pernah Ia menangis karena melihat saya yang kesedihan menghadapi orang tua yang sakit-sakitan, seakan dia lebih kuat daripada saya waktu itu.

Beliau menunjukkan kualitas hidup orangtua, yang tetap tidak meninggalkan tanggungjawab meski sudah lanjut usia. Badan rapuhnya itu masih saja naik tangga hanya untuk menjemur, bahkan Ia memakai plastik untuk melindungi kakinya karena sandal karet sudah tidak bersahabat lagi dengan kulitnya. Luka-luka.

Sekarang,
Beliau tak perlu bingung lagi menghadapi dunia. Ia sudah di tempat yang lebih baik.
Selamat jalan Ibu Kosan kami, Ibu kami, nenek kami. Terimakasih Ibu Princess, memang saya suka seenaknya saja sebagai anak di sana. Maafkan atas kejadian yang lalu-lalu, kalaupun saya pernah kesal tidak pernah ada saya ingat-ingat lagi. Saya sayang Ibu, nenek kami semua. Terimakasih telah peduli pada status saya, kalau sudah berkeluarga nanti saya akan kenalkan ke rumah.

Kiranya Tuhan memberikan tempat terindah untuk Ibu di surga, dan keluarga yang ditinggal diberikan kekuatan. Sampai bertemu lagi di nisan kekal abadi, Bu. Saya pasti datang menjenguk Ibu membawa bunga untuk Ibu yang memang indah hatinya.



L i f e
 is pleasant
D e a t h 
is peaceful.

Kemiling,
6.10.2016

#30haribersyukur






Berawal dari rutinitas malam menulis The Gratitude Journal yang akhir-akhir ini membosankan, akhirnya punya ide iseng untuk cari media lain. Yak! Instagram. Akhirnya, mulai ngajak korban berikutnya untuk berkomitmen menjalankan keisengan ini. Saya dan Firdha Azalia suka sekali diskusi perihal kurang bersyukurnya kita, jadi dewasa kok gini amat, hidup kok kaya gini-gini aja, mengeluh ini itu, sampai kita sering mengabaikan hal-hal kecil yang sebenarnya bisa membuat kita menghargai hari-hari yang kita lewati. Akhirnya, perjalanan ke Nu Arte menghasilkan kesepakatan untuk menjalankan keisengan ini. Nah, mungkin teman-teman lain bisa juga ikutan "menempa diri" dengan cara ini. 

....
Caranya:
Selama 30 hari ke depan mulai hari ini,
Cukup post foto tentang apapun di Instagram yang bikin kamu bersyukur atas satu hal setiap harinya, bisa tentang makanan enak, film epic, orang yang menginspirasi, buku yang lagi dibaca, kegiatan yang bikin happy, belajar sudut pandang baru, musik yang lagi suka didengerin dll. Anything!!!
Upload fotonya lalu buat caption menarik kenapa kamu bersyukur atas foto itu, tag Saya @anastasyalb dan @fiiiiiiir lalu jangan lupa kasih hashtag #30haribersyukur
Let's start to being a grateful person, fellas!

Aku Orang Malam yang Membicarakan Terang

Pagi menjelang hari ini dan mata sudah lapar akan sinar matahari, ingin segera sambut pagi yang mungkin berbeda dengan pagi sebelumnya. Sebagai manusia korban zaman yang serba digital ini saya segera mencari smartphone saya, ahh.. bukannya bersyukur karna masih bisa diberi kehidupan saya justru mencari benda mati itu. Maafkan. Lampu LED menandakan ada pemberitahuan masuk pesan LINE dari teman di grup tentang mengajak orang untuk berdoa bersama atas kedukaan rakyat Gaza, Palestina yang mendapat serangan lagi. Ada beberapa plot doa di sana, awalnya menurut saya baik-baik saja sampai akhirnya saya tertegun sendiri melihat satu plot doa yang berbunyi:

Ya Allah, binasakanlah kaum Yahudi dan pasukan Israel
dan cerai-beraikanlah kesatuan mereka.


Saya berulang kali membaca kata-katanya dan memang benar begitu adanya. Hancur hati saya ketika saya lihat ada doa seperti itu. Jujur, saya baru lihat. Akhir-akhir ini saya sedang asyik untuk peduli terhadap berbagai masalah pilpres yang justru terjadi kekacauan lagi di akhir pemilu yang telah berlangsung, kemudian muncul kabar bahwa Israel menyerang Gaza lagi. Saya tidak mau bahas siapa serang siapa duluan, saya tidak mau bahas di sini karena menurut saya kalian bisa dengan bijak mencari informasi yang tepat di internet. Seharian ini saya berpikir keras, mungkin buat Anda lucu ketika seorang mahasiswi yang baru berumur 20 tahun seperti saya membawa hal ini menjadi terlalu serius untuk dibahas. Saya hanya gelisah dan pertanyaan demi pertanyaan datang memburu pikiran saya, mungkin kalau seorang manusia dan Tuhan dapat dengan mudah berdiskusi bersama sambil minum teh, saya tidak akan menulis ini.

Mengapa ada pekikan doa untuk mengutuk, mencerai beraikan kesatuan suatu kaum dan menyuruh Sang Pencipta membinasakannya?

Bukankah mereka yang saling membunuh itu juga ciptaanNya, tak perlu kamu suruh dan atur, Sang Pencipta pasti tahu harus berbuat apa karna Dia yang menciptakannya.

Kenapa tidak ucapkan saja doa supaya yang berduka menurut si pendoa dapat diberikan penghiburan oleh Sang Pencipta?

Kenapa lebih memilih meluapkan kedendaman dan memakai Tuhan sebagai subjek yang akan mengabulkan doa seperti itu?

Tidak ada yang namanya kebetulan di hidup ini.
Tidakkah pernah terpikir semua terjadi karna ada alasannya?
Tidakkah pernah terpikir perang di depan mata adalah cobaan untuk kita juga?
Tuhan masih membiarkannya, adakah sikap kita menanggapinya?
Benar-benar berdoakah kamu di dalam kamar secara pribadi kepada Tuhan atas kedukaan mereka?
Atau hanya menyebarkan info sana sini yang belum pasti sumber dan keasliannya.
Malah justru akan memecah belah pola pikir manusia terutama bangsa kita yang sedang membutuhkan perhatian kita juga.

Saya bukan jenius dalam pemahaman agama, tapi mau terus berusaha.
Saya tahu pasti Sang Pencipta itu cuma SATU.
Ia punyamu, punyaku, punya kita bersama.
Semua manusia miliknya.
Lantas kenapa ada doa seperti itu?
Apakah Tuhan sudi mengabulkannya?
Atau dugaanku salah, Ya Tuhan?

Padahal mungkin yang berseru pun penuh dengan dosa namun punya gairah menghakimi sesamanya.

"Entahlah, andai manusia tak serakah" sebutku lirih.


Saya hanya membayangkan kita manusia ini diciptakan sesuai gambar dan rupa Allah. Ia tempatkan kita di bumi dengan tujuan, kita bisa bahagia dan menebarkan kebaikan yang Ia berikan kepada kita dan dengan kebaikan itu kita bisa menjaga bumi dan seluruh isinya.
Perbedaan prinsip dan pedoman hidup yang menjadi fondasi di mana bumi menjadi tempat yang paling indah untuk disinggahi. Jangan jadikan agama sebagai senjata, itu hanya pedoman. Agama bukan untuk dibanding-bandingkan siapa paling benar. Sang pencipta tak menciptakan agama. Kita yang membuatnya agar hidup kita terarah pada satu tujuan, yaitu:

Kembali lagi kepadaNya!
Bawa keyakinan dan kebahagiaanbahwa kita sudah menjalani hidup yang menjadi titipan ini sesuai dengan apa yang Tuhan kehendaki.

Saya, orang malam yang membicarakan terang.
Hidup saya juga titipan, belum mancung (lurus) dengan indahnya.
Yaaa, namanya manusia.
Berusaha.

"Walau hidup tak sempurna, tapi hidup ini indah apa adanya".


 -ALB-

Suaramu, Harimaumu!

Ada pepatah mengatakan "Mulutmu, Harimaumu" yang artinya jangan asal bicara atau asal mengeluarkan kata-kata tidak baik dari mulutmu, bisa-bisa berdampak buruk pada diri sendiri. Izinkan saya membuat versi lain dari pepatah yang tidak saya tahu siapa penciptanya, atau iklan komersil mana pun yang mengusungnya.

"Suaramu, Harimaumu"

Saya ingin menunjukkan "suara" yang dimaksud adalah sesuatu yang baik tidak saja untuk diri sendiri tapi juga orang banyak. Ya benar sekali, PILPRES.

Siapa calon Presiden Pilihanmu?

Saya ingat sekali ketika tahun 2004 Pemilihan Umum untuk Presiden pertama kali diselenggarakan di Indonesia. Saat itu umur saya masih 11 tahun dan harusnya waktu itu belum mengerti apa-apa soal Pemilu Presiden itu untuk apa, tapi saya sudah bisa meneriakkan dan mengajak keluarga besar untuk pilih Susilo Bambang Yudhoyono. "Pilih SBY, pilih SBY, pilih SBY!!!" teriak saya untuk menghasut keluarga besar supaya memilih jagoan saya waktu itu. Tentu saja saya tidak tahu track recordnya, saya tidak tahu masa lalunya, latar belakangnya, dll. Maklum, masih kecil. Akhirnya SBY menang, bahkan periode ke-2 juga SBY menang. Periode pertama SBY memimpin Indonesia dengan baik, namun ketika memasuki periode ke-2 masalah demi masalah muncul. Posisi SBY sebagai Ketua Parpol menjadi hina ketika anggota-anggota partainya mengusung iklan ANTI KORUPSI! Ternyata justru.... Korupsi. Banyak kejanggalan lain tapi hal ini sudah menjadi alasan yang cukup mendasari kekecewaan saya, kalau dari lingkup yang paling dekat saja seorang Presiden tidak bisa jadi panutan, apalagi masyarakat yang berjuta-juta ini.

Pesta demokrasi akan dilaksanakan lagi pada 9 Juli 2014. Ada dua pasang putra terbaik bangsa. Dua hari lagi untuk berpikir, dua hari lagi untuk merenungi, dan dua hari lagi untuk siapkan hati nurani memantapkan sosok yang mana yang akan menjadi pilihanmu.

Indonesia punya banyak orang baik, namun orang baik akan tumbang bukan hanya karena orang jahat, tetapi ketika orang baik lainnya memilih untuk diam atau mendiamkan saja -AB-

Saya sangat yakin semangat saya untuk memilih Presiden kali ini lebih besar daripada masa kecil saya tadi, hal ini tentunya didukung dengan umur yang semakin bertambah dan kemampuan belajar yang bertambah. Sudah 20 tahun saya hidup di Indonesia tapi belum pernah sama sekali kelingking saya dibasahi tinta ungu. Baru kali ini saya semangat sekali untuk ikut turun tangan tanggal 9 Juli 2014 nanti. Saya mau keluarkan suara dan saya mau ikut ciptakan jalan menuju Indonesia yang lebih baru. Gelora semangat dan harapan ini bukan saya saja yang merasakan, bahkan seluruh rakyat Indonesia yang di luar negri juga ikut menyuarakan perubahan.

Kita bukan sekedar mencari seorang pemimpin. Akan percuma ketika pemimpinmu itu orang nomor satu di dunia sekalipun, tapi kamu tidak ikut terlibat. Saya sering mendengar:

"Ah, mau siapa pun Presiden juga hidup saya gini-gini aja. Kere ya kere aja"

"IPK ya segini-gini aja. Kuliah tetep aja susah"

"Golput aja lah, ngapain juga milih kalo ujung-ujungnya masalah Indonesia ya itu-itu lagi"

Kata-kata itu menunjukkan kalau banyak orang hanya mau enaknya saja, mau instan, dan hanya berangan-angan. STOP pemikiran yang seperti itu. Presiden itu tangannya cuma dua, matanya cuma dua, kakinya cuma dua, otaknya satu, hatinya satu, dan jantungnya satu. Bakalan beranak jadi banyak ditambah mata, kaki, tangan para mentri, pemimpin daerah, dan pejabat yang lainnya. Nah! Bakalan nambah banyak lagi kalau dijumlah sama mata, tangan, hati, dan kaki milik kita semua.

Indonesia bukan hanya milik Presiden dan kamu menikmatinya. Indonesia punya saya, kamu, dan kita semua. Sering kita elu-elukan kita ingin perubahan, tapi yang terjadi adalah kita mengharapkan orang lain yang memulai menciptakan perubahan. Saya bukan juga ahli politik tapi sebagai rakyat yang mau mencoba turun tangan dan peduli politik Indonesia adalah dengan cara ikut serta dalam pemilihan Presiden yang pantas untuk Indonesia Raya. Pilihlah bukan berdasarkan emosional, ambil pilihan karna berkomitmen dan kompeten, bersih dan cari yang menawarkan kebaruan. Ingat, bukan karena memuaskan emosi di hari Pemilu. Terlalu sayang momen satu hari untuk 5 tahun yang dipertaruhkan hanya untuk memuaskan emosi kita.

Ayo pembaca sekalian, sudah saatnya kita bangun dari mimpi yang berkali-kali hanya menjadi angan-angan belaka. Sudah waktunya kita berdiri, bersuara lantang mencari jawaban kegelisahan hati kita. Tanggal 9 Juli 2014 nanti kalahkan kepentingan pribadi, kalahkan rasa egoisme, kalahkan isu-isu kampanye hitam, kalahkan kepentingan organisasi, kalahkan emosi, kalahkan kepentingan agamamu sendiri, siapkan hati nurani dan bulatkan tekad untuk satu tujuan;

NEGARA YANG LEBIH BARU, BHINNEKA TUNGGAL EKA NYATA UNTUK SELURUH RAKYAT INDONESIA RAYA


saya saja siap, bagaimana dengan Anda?


Dengan cinta,


Salah satu rakyat

ANAK PAPUA BUAT SAYA JADI GILA

Akhirnya STUP (Satu Ton Untuk Papua) meluncurkan poster kecenya. STUP mengajak para pembaca untuk berani berdonasi bagi adik-adik kita di Distrik Samenage, Kabupaten Yahukimo untuk membantu mereka membangun... JENG !! JENG !!

HONAI MIMPI !!!! :)

Tujuan dibangunnya honai mimpi:
  1. Sebagai tempat belajar dan bermain adik-adik di sana
  2. Sarana untuk adik-adik Samenage berkreasi dan menyalurkan bakatnya
  3. Penyemangat adik-adik Samenage untuk berani bermimpi, bercita-cita, mengenal dunia, dan berobsesi meraih mimpi-mimpinya
  4. Menjadi tempat yang menyenangkan dan mudah untuk mereka dapatkan sebagai tempat belajar
  5. Mau mengenal dunia dan berusaha menjadi apa yang mereka inginkan
Maka dari itu, AYO KAWAN!!! Kita bantu mereka membangun HONAI MIMPI!! Caranya?



Gambar yang di poster ini adalah gambaran bentuk HONAI MIMPI yang akan kita bangun untuk mereka nanti. Lihat! Ada jerami, sepatu, buku, pulpen, pensil, penghapus, dan lain-lain.
Terus gimana caranya?

Nah sesuai sama gambar di atas, kalian cukup pilih nih mau nyumbang yang mana dari bagian dalam dan luar HONAI MIMPI ini. Misal mau nyumbang nih jeraminya 1000 lembar, karna satu lembarnya Rp 500,00 berarti total sumbangannya jadi Rp 500.000,00. Mungkin mau sumbang 10 pensil warna yang harganya Rp 3.500,00 ? Jadi kamu menyumbang Rp 35.000 untuk membantu membeli pensil warna biar adik-adik kita ini jago menggambar dan mewarnai! Atau mau campur-campur juga boleh.
Bantuan teman-teman akan sangat berarti sekali untuk adik-adik kita ini, supaya mereka memiliki bekal juga untuk meraih cita-citanya. Tim akan berangkat tanggal 25 Desember 2013 ke Distrik Samenage, Kabupaten Yahukimo. Mohon doanya juga yaa teman-teman :)

So, let's support us!! Dare to Care!!


C'mon, guys!! We're still waiting for you.. as well as their..

Spread our love!
Follow us: @1tonuntukpapua

When KNOWLEDGE meet the DREAMS

Hollaaaa ENDONESAH!!!
Hari ini ada yang sedikit berbeda dari biasanya. Kali ini apa sih yang mau dibahas, sek?

Jadi hari ini kita mau membahas tentang sebuah gerakan sosial independen yang saya sendiri termasuk di dalamnya. Apa namanya?

Namanya adalah..




 STUP (Satu Ton Untuk Papua)

Kenapa Satu Ton? Kenapa Untuk Papua?

SATU TON
Ton adalah satuan terbesar dari satuan berat, sehingga "Satu Ton" menjadi lambang bahwa cinta untuk Papua sangat besar.

UNTUK PAPUA
Konteks dari gerakan sosial independen ini adalah untuk anak-anak pedalaman Papua yang masih belum terjamah oleh bantuan-bantuan, terutama dalam bidang pendidikan. Tujuan STUP adalah untuk membantu anak-anak pedalaman Papua mengenal mimpi, berani bermimpi, dan mengejar mimpi. Kami percaya bahwa setiap orang dapat memiliki maksimal potensi, kami ingin akan ada banyak tokoh luar biasa dari Papua.

Visi STUP kali ini adalah membantu anak-anak di Distrik Samenage, Kabupaten Yahukimo. Kami ingin membangun taman bacaan di sana. Taman bacaan ini kami beri nama "HONAI MIMPI". Kalian tau honai kan? Honai adalah rumah khas Papua yang terbuat dari kayu dengan atap berbentuk kerucut yang terbuat dari jerami atau ilalalang.




Honai sengaja dibangun sempit atau kecil dan tidak berjendela yang bertujuan untuk menahan hawa dingin pegunungan Papua. Di dalam honai ini lah nanti akan ada banyak buku, pensil warna, poster-poster, alat tulis, papan tulis, dll. Honai Mimpi akan menjadi taman bacaan menyenangkan bagi anak-anak di sana. Layaknya sebuah sekolah, Honai Mimpi juga akan menjadi taman bermain dan tempat anak-anak belajar untuk bermimpi, tentunya juga untuk meraihnya.



Tim STUP akan berangkat tanggal 18 Desember 2013, karena mengejar waktu di mana terasa sekali kehangatan warga Distrik Samenage yang menyambut Hari Raya Natal. Tim sudah mempersiapkan semuanya mulai dari alat tulis, segala perlengkapan mengajar, dan tentunya buku-buku bacaan yang menarik untuk mereka di sana. STUP mendapatkan sumbangan buku bacaan dari sahabat @bukuntukpapua dan @bupbandung.



BUP (Buku Untuk Papua) adalah gerakan sosial yang memiliki semangat untuk mengumpulkan buku-buku bacaan bagi anak-anak Papua. Sesuai dengan slogan yang dimiliki oleh BUP yaitu "Our passion isn't collecting the books, but distributing KNOWLEDGE" Jadi BUP tidak hanya mengoleksi buku lalu memberikan kepada anak Papua saja, melainkan memberikan pendidikan yang layak juga lewat buku-buku yang mereka berikan. 

serah terima telah dilaksanakan, terimakasih BUP!! :)
  

BUP memberikan bantuan buku-buku untuk STUP, sungguh kebahagiaan yang besar bagi STUP mendapatkan bantuan buku-buku bacaan untuk membantu anak-anak di Distrik Samenage.




STUP mengucapkan banyak terimakasih atas kebaikan sobat-sobat BUP, semoga buku-buku ini akan menjadi langkah awal anak-anak Distrik Samenage untuk mau mengenal mimpi dan berani untuk meraihnya.

"BELAJAR BERSAMA, BERMIMPI BERSAMA" - STUP



Buku sudah dipacking siap meluncur!! :)

WOW!!! Berangkatlah wahai buku-buku, jendela dunia!!

Buku bacaan dari BUP dan barang-barang sudah sampai menuju Distrik Samenage, Kabupaten Yahukimo. Buku ini pasti bisa menemani adik-adik di sana untuk menambah wawasan dan pandangan adik-adik kita ini agar mau bercita-cita setinggi langit. Siapa tahu dari adik-adik di Samenage ada yang menjadi pilot, pemain bola, ABRI, polisi, dan lain-lain. Keren, kan?? Mohon doanya ya kawan-kawan.. :)