A Beautiful Mistake

1:17 AM

Saya mau bercerita,

Tepat dua hari yang lalu, seorang sahabat menyampaikan sebuah ajakan yang tidak pernah terduga sama sekali. Siang itu sedang bosan-bosannya dengan aktivitas baru, namanya Regina biasa dipanggil dengan sebutan dedek. Mungkin karna memang Ia mungil, tidak ada yang menyangkal soal itu. Buktikan saja nanti sendiri. Ia menyapa dini hari.

R: Syaa, udah bobo?
T: Mau dek, kenapa?
R: Kita mau ke dufan dalam minggu ini lagi ada promo cuma 100rb buat cewek. Pada nanyain lu mau ikut gak?
T: Wah, pengen sih. Kapan dek? Weekday ya?
R: Rencananya kamis biar cipa bisa ikut (lalu mengirimkan poster promo Ancol yang memang benar saja di bulan Agustus semua perempuan hanya membayar 100rb saja)
T: Gua ijinnya begimana yak ._.
R: Bilang ajaa ada jobfair gitu atau ketemu temen lama wkwk temen bimbel gitu lumayan kan 100rb
T: Oke deh dek, pulang hari kan apa gimana?
R: Pulang hari kok sya, ayolah ikut
T: Teknisnya kita omongin besok lagi ya, gua harus tidur sekarang. Biasa, besok harus jam 5 pagi bagun di sini.
R: Selamat istirahat sya..

Percakapan itu diakhiri karna saya takut kesiangan besok paginya. Namun, saya terlalu gembira untuk memejamkan mata saat itu, ingin teriak rasanya. Kau boleh bilang kalau saya berlebihan, belum genap satu minggu saya di sini sudah seperti berbulan-bulan rasanya. Saya rindu mereka semua. Rindu tertawa lepas lagi.

Mereka adalah perempuan-perempuan banyak dosa, pun saya. Kami suka bersenang-senang, kalau berkumpul rasanya tiada jeda untuk berhenti tertawa. Terserah orang mau bilang itu duniawi, sementara, atau pertemanan seperti ini bisa dibuat lagi. Saya tidak peduli, mereka terlalu berharga untuk saya tukar dengan hal baru. Mereka punya tempat di hati saya. "Babi Berak" begitulah nama pantas untuk dijadikan sebagai nama grup di LINE yang tak sengaja dibuat hanya karena mau sharing foto dari Batu Kuda waktu itu, karna tidak mau ambil pusing grup itu dijadikan media untuk membuat album. Ada enam orang manusia di dalamnya, yaitu: Saya, Dedek, Siti, Ona, Cipa, dan Uji. Perempuan semua. Justru karna tidak ada soal lelaki lah kami menyatu. Pertemanan ini berawal dari satu tempat les bimbingan belajar dulu, dan teman dari program KKN tahun lalu.

Lalu, hari Kamis tiba. Malam sebelumnya saya tertawa geli sendiri ada apa gerangan mereka mau pergi ke Bekasi untuk menjemput saya lalu pergi bersenan-senang ke dufan. Saya memohon kepada Tuhan dan semesta, kiranya terjadilah hari itu jangan sampai gagal hanya karena cuaca buruk atau apapun yang bisa menghambat rencana kami. Dua hari sebelumnya saya cegah untuk tidak timbul rasa harap atau rencana yang matang, karna saya takut terlalu direncanakan malah tidak jadi.

Benar saja! MEREKA DATANG!!! Mereka parkir di dekat masjid di komplek perumahan dekat rumah, tersenyum senang menyambut saya datang. Kami saling memeluk, tertawa, saling ejek lagi, bicara kasar lagi, dan semua hal yang tidak saya lakukan dalam seminggu ini. Lega sekali rasanya. Romantis, bukan?? Mereka ingin saya ikut ambil bagian dalam kesempatan itu. Saya difasilitasi, hati saya diteduhkan dan ditenangkan. Saya menarik nafas panjang, dan berbisik dalam hati.
Tuhan, terimakasih atas kesempatan ini. Aku berangkat yaa. Aku tahu, aku berbohong soal alasan pergi bersama mereka. Namun, aku rindu mereka. Aku butuh motivasi dari mereka. Aku mau bersama mereka, satu hari ini. Aku mohon lindungi kami Tuhan, jaga kami.
Berangkatlah saya dengan penuh cemas, tapi tertawa bersama lebih saya butuhkan saat ini. Maka kecemasan itu pelan-pelan tersisihkan. Kau boleh tertawa, memang hanya ke dufan, tetapi berbohong dan memberikan alasan atas nasib masa depan yang dibuat-buat itu sulit bukan main.

Kami berangkat.
Setelah menjemput Cipa dan Ona di daerah Taman Anggrek, kami menuju tol yang mengarah ke Ancol, Jakarta Utara. Di tengah perjalanan, Leona berteriak: YEAAAAH, BABI BERAK GOES TO DUFAN!! Sepuluh menit kemudian, kami tersasar ke jalan kecil. Salah ambil arah bukannya masuk tol malah lewat jalan kecil entah jalan apa. Setelah dicari dan tertulis nama jalan yang jelas di sana, Cipa berteriak: "BABI BERAK LOST IN JELAMBAR! Ini baru bener" Tertawalah semuanya. Terlalu bersemangat tak berarah justru tidak sampai-sampai. Akhirnya jam 11 siang lah kami sampai sana, saya terus melihat ke jam di handphone. Mengira-ngira berapa jam yang akan saya habiskan di jalan, makan, bermain, macet tol, jalan pulang, dll. Maklum, penghuni baru di Bekasi-Jakarta dan berbohong soal alasan pergi jadi sedikit parno soal waktu.

Selama tujuh setengah jam saya habiskan waktu bersama mereka di Dufan. Ini buktinya:

Naik Poci-Poci, Apa apaan!!

(Kiri ke kanan: ALB, Cibeng, Ona, Dedek, Uji, Cipa)

Hahaha...
Saya pulang sampai bekasi jam setengah sebelas malam, tentu saja semua gerbang dan pintu sudah digembok dan dikunci. Tante saya terbangun dan membuka pintu. Saya ditegur. Wajar memang keterlaluan saya sampai jam segitu, mereka bukan manusia malam jadi saya mengganggu jam istirahat mereka. Jam sepuluh saja sudah masuk kamar masing-masing, saya salah. Berdosa sekali rasanya. Tapi.. dalam hati saya mengumpat sambil tertawa geli; "Sialan! Salah semua perhitunganku, sudahlah yang penting selamat dan sudah minta maaf." Saya masuk kamar, berbenah sambil menunggu Dedek, Uji, dan Cibeng sampai kembali di Bandung. Ingin sekali ikut rasanya, tapi lengkap sudah kegilaan dan dosa kalau saya ikut ke Bandung malam ini hahaha.

Mengenai soal kegilaan pertemanan, saya tidak tahu kalau orang lain tapi saya menyampaikan apa yang saya rasakan. Gila tak selamanya buruk.
Bersahabat tidak melulu soal saling membangun secara kaku, kami punya cara, ruang dan waktu sendiri untuk saling bercerita soal nelangsa hidup, keluarga, kegembiraan, angan-angan yang ingin dicapai, maupun soal lelaki. Mungkin, dari gelak tawa dan kegembiraan yang kami pancarkan ada kesunyian masing-masing dalam hati kami, tapi jika memang waktunya harus bersenang-senang maka bersenang-senanglah. 

Banyak anak di luar sana yang melampiaskan rasa senangnya lewat cara-cara yang salah, kami juga salah. Kadang kegembiraan ini kami lampiaskan secara utuh sehingga suka lupa waktu atau mengabaikan hal lain. Tapi yang pasti saya dan teman lainnya saling membangun ketika ada yang jatuh, bagaimana caranya pertemanan bukan sekedar mencari senang tapi juga saling memberikan manfaat untuk satu sama lain. Masing-masing pertemanan punya caranya sendiri untuk saling membangun satu sama lain, tidak bisa disamakan harus sejenis.

Tulisan ini memang buat mereka saya tulis di sini biar mereka tidak besar kepala, hahaha mereka suka sekali disanjung!! Maklum, kebanyakan dari mereka jomblo jadi jarang mendapat pujian khusus atau perhatian. Luar biasa. Setelah saling berurai air mata karena berpisah dari Bandung dan segala hal kecil di dalamnya, semesta memberikan kesempatan kepada saya meski hanya sebentar. Saya sangat bersyukur hari kemarin terjadi sedemikian rupa.

Saya menyayangi kalian, sungguh.
Terimakasih atas waktu, tenaga dan materi yang kalian habiskan hari ini. Mungkin yang kalian lakukan adalah dengan maksud berlibur bersama menghilangkan penat, tapi saya merasa terhormat sekali dan menganggap kalian datang untuk memberikan penghiburan. Saya beruntung memiliki kalian, sepanjang jalan pulang tadi kalian lah yang melahirkan semangat itu lagi. Sambil melihat gedung-gedung di Jakarta, saya membuat rencana akan apa lagi yang harus saya lakukan setelah kalian pulang lagi kembali ke tempat masing-masing.
Meski rasanya berat membayangkan hidup di sini, kerumitan di sini selalu kita bahas di mobil, sampai ada dari kalian yang bilang "Udahlah Tas, di Bandung aja lah di sini susah begini", tapi saya mau coba bersabar lagi. Kalian teramat sabar menampung air mata, keluhan, dan ketakutan yang belum ada ujungnya. Tapi ada kalian di sana, kita jumpa lagi lewat nada dan kata-kata kasar ataupun konyol yang biasa kita lantunkan ya!! Suatu saat nanti pasti ada lelaki yang mengagumi merdunya suara tawa dan indahnya gaya tertawa kita. Pasti.

Njirr,,
bikin baper lu pada. Sering-sering lah ya.. haha
adek suka diginiin, kak. Enaklah ko di Bandung, awak di Bekasi ini aja nya, jangan update nongki pake ngetag awak yaa. Kalo ga ku sumpah abang itu gak akan pernah datang. Bae bae. Bicth!!


With all of me love all of you,




-ALB
Bekasi,
12.8.2016



You Might Also Like

0 komentar

Follow by Email