Sebelum ada yang baca ini, berikan aku ruang kosong untuk masuk ke dalam hatimu, Kalian berdua. Mungkin cuma 5-10 menit saja, setelah itu urusan kalian.
Semoga Tuhan berbelas kasihan.
Dingin. Dingin sekali di sini.
Angin malam tak bersahabat
Memutar otakku sinkron ke hati lalu ke liang yang kuhindari
Pipiku mulai hangat, basah, dan deras.
Terbayang dulu, dulu sekali aku lincah bukan main
Menghayal sana sini belum banyak merasa
Terbuai keindahan diriku di masa depan
Ahh.. aku pasti jadi wanita rupawan
Hasratku jadi lebih besar dari badanku sendiri
Hari itu. Kalian tolak.
Inginku diabaikan
Hasratku dipupuskan
Aku cuma punya Dia saja
tapi Dia tak muncul langsung, peringatkan kalian
Dia cuma perhatikanku saja, yang asik menikmati air mata
Bersahabat dengan rasa sakit
Berdampingan dengan rasa tertipu oleh diri sendiri
Satu tahun, dua tahun, tiga tahun
Kupakai topengku, kutapak jalan asing berbelok
Hakikat hidup selamat, kalian bilang
Entah kenapa aku di sana
Entah kenapa aku terbawa
Tenang, pasti aku pun terlibat. Aku salah.
Jangan kau bentak aku, aku tahu!
Sudah sejauh ini aku menipu diriku sendiri
Terlalu lama aku membisu
Suatu titik menghentakku
Bagaikan suara tentara yang memaksaku untuk berdiri,
walaupun aku tak ingin berdiri
Sinar silaunya menyinari dan mengusik
Di sini..
Aku berhenti di sini, hanya jalan setapak
Jalan ini tak ada jejak kaki di depanku
Sebelah kananku ada jejak maju dan jejak kembali runyam sekali
Sebelah kiriku ada jejak maju sampai jauh tanpa ada jejak kembali
Sebrang sana lagi ada jejak kaki maju, namun ada jejakan besar
lebih besar dari telapak kaki, mungkin pemiliknya sempat jatuh
Kulihat milikku, bersih sampai menuju sinar itu
Kukira aku main aman
Banyak pertimbangan tapi tak juga kumulai langkah kecilku
Semua orang mulai mendahuluiku
Semua... tak terkecuali bayanganku yang tak sabar ingin melangkah
Padahal seharusnya Ia setia di belakangku
Apalah artinya hidup, bila aku banyak takut
Apalah artinya hidup, bila takutku itu kalian berdua
COMING SOON! RESOLUSI 2015 "GRATEFUL"
Oke, gue kaga bisa nahan lagi. Boleh yaa, boleh??
UDAH 2015 DAN GUA BELUM JADI ARTIS!!!
Ahhh.. jangan pergi, anggun lagi nih :)
Telat banget ya baru tanggal segini nongolnya. Biasa sibuk bakar emosi dulu, baru bakar lemak. BTW, telat boleh ya daripada tidak sama sekali *ngeles*
H A P P Y N E W Y E A R 2 0 1 5
So, gimana malam tahun baru kalian?? Asik? Seru? Ujan? Sial doa gue kejawab dong. It's so disgusting when many couple around you, laughing, hugging or kissing under the moonlight. SKAHA! Canda, lebih asik malam tahun baruan sama keluarga kok.
Sumpah! Rame!
Tapi..malam tahun baruan gue kaku abis kaya kolor baru. Sebagai anak yang gak bisa request terlahir di keluarga suku apa, gue menyerah, pasrah. Fix! Gue anak batak. Jadi setiap malam tahun baru kagak bisa parte-parte sama temen, main kembang api heboh sampe tetangga protes, atau keliling kota di malam tahun baru. Gak! Lo batak? Gak bisa.
Kenapa?
JAGA TRADISI. That's it! What kind of that tradition?
The name is.... MANDOK HATA.
then...
Lupakan soal kelamnya malam tahun baru. Nah, ngomongin soal tahun baru pastinya seru merangkai RESOLUSI!
Gila abis, the power of feeling 1 Januari 2015 di mana..
Lo menapak kaki lo dari kasur ke lantai! Men, langkah awal gue di 1 Januari 2015!
Lo mulai ngaca ke kamar mandi! Men. ini muka ga kontrol gue di 1 Januari 2015!
Lo mulai sarapan, dan men!! Ini kunyahan absurd gue di 1 Januari 2015!
dan akhirnya preeett lo kentut! Men, ini kentut terlucu di 1 Januari 2015!
dan mulai aktivitas yang lain yang bikin lo manusia suci abis dibayclin dan siap berdosa lagi.
Nah!
Lo butuh yang namanya komitmen, bukan cuma feeling semangat baru aja. Finally, gue di sini mau berbagi resolusi 2015. Berdasarkan ramalan, tahun ini adalah tahun KAMBING KAYU.
Kayu Jati apa kayu Eboni yaa.. Entahlah, mungkin dapat disimpulkan tahun ini perjuangan harus keras dan berkualitas! Sebenernya mungkin kalo orang bikin resolusi itu sama aja mengulang yang di tahun 2014 lupa ditepatin, atau sebenernya itu adalah resolusi 2012, atau emang ide awalnya resolusi 2013. Bukan masalah, bukan berarti gagal tapi harus dicoba lagi tahun ini semua resolusi yang belum ditepatin.
Sekarang udah tanggal 16 Januari 2015 dan belum terlambat untuk bikin target. Sebelum itu yang lo butuhin adalah KOMITMEN SEJATI supaya lo ga mudah lupa sama target-target yang mau lo capai di tahun yang baru ini. Gue mau kasi contoh resolusi 2015 yang tercipta dari hasil pertapaan 3 hari 3 malam.
Sumpah! Rame!
Tapi..malam tahun baruan gue kaku abis kaya kolor baru. Sebagai anak yang gak bisa request terlahir di keluarga suku apa, gue menyerah, pasrah. Fix! Gue anak batak. Jadi setiap malam tahun baru kagak bisa parte-parte sama temen, main kembang api heboh sampe tetangga protes, atau keliling kota di malam tahun baru. Gak! Lo batak? Gak bisa.
Kenapa?
JAGA TRADISI. That's it! What kind of that tradition?
The name is.... MANDOK HATA.
Mandok Hata adalah kegiatan yang menyampaikan sesuatu hal dalam satu keluarga besar ketika berkumpul, sesuatu tersebut misalnya berupa nasihat, kritikan, saran, pengakuan kesalahan, hingga permintaan maaf kepada salah seorang yang dituju dalam moment malam tahun baru itu.
Kegiatan ini dipimpim sama seseorang yang biasanya kepala keluarga (laki-laki paling tua). Moment penting ini mewajibkan seluruh keluarganya untuk hadir. Nah, terus di satu sesi acara ada sebuah kegiatan yang bernama Mandok Hata. Biasanya acara ini di pimpin oleh satu orang sebagai moderator yang bertugas memanggil nama-nama yang akan melaksanakan kegiatan Mandok Hata.
Kegiatan ini dipimpim sama seseorang yang biasanya kepala keluarga (laki-laki paling tua). Moment penting ini mewajibkan seluruh keluarganya untuk hadir. Nah, terus di satu sesi acara ada sebuah kegiatan yang bernama Mandok Hata. Biasanya acara ini di pimpin oleh satu orang sebagai moderator yang bertugas memanggil nama-nama yang akan melaksanakan kegiatan Mandok Hata.
Pas kegiatan Mandok Hata dimulai maka suasana akan berubah sekejap menjadi hening, di sini lah lebih baik kalian banyak doa. Lebih tegang dari dosen penguji coy!! Ini SEKELUARGA yang nguji lo. Di kiri adek lo mulai ketawa-tawa kayak iblis inget lo pernah nyolong duit atau boongin emak, di kanan kakak atau abang lo mulai naikkin alis seolah mau bilang "GUE BUNUH LO KALO BONGKAR DOSA GUE SAMA EMAK BAPAK", dan lo memilih diam, pengen pura-pura kesurupan gak mungkin. Masing-masing anggota keluarga menyampaikan apa yang ingin mereka sampaikan dengan tenang dan tidak diperbolehkan menyembunyikan sesuatu apapun yang mau disampaikan. Tetep pake damai kaga pake emosi. Serunya bakalan ada aja yang gugup waktu mau menyampaikan pesan dan kesannya. Eitss tapi air mata juga diajak ikutan di acara ini. Mandok Hata akan menjadi suasana yang mengharukan ketika ada salah seorang keluarga yang meminta maaf atas kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukannya. Sehingga tangis pun terkadang tidak terelakkan lagi. Nah abis itu salam-salaman deh saling memaafkan dan mengucapkan selamat tahun baru. AWESOME BANGET KAN BATAK INI COY!!!!
Terjawab kan kenapa anak batak ga bisa hura-hura, sok nolak, atau sok alim karna gak mau diajak keluar malem-malem. Sebenernya inilah yang kami alami, bukan sok alami tapi kami cuma jaga tradisi :')then...
FIREWORKS?
FAILED!!!
Lupakan soal kelamnya malam tahun baru. Nah, ngomongin soal tahun baru pastinya seru merangkai RESOLUSI!
Gila abis, the power of feeling 1 Januari 2015 di mana..
Lo menapak kaki lo dari kasur ke lantai! Men, langkah awal gue di 1 Januari 2015!
Lo mulai ngaca ke kamar mandi! Men. ini muka ga kontrol gue di 1 Januari 2015!
Lo mulai sarapan, dan men!! Ini kunyahan absurd gue di 1 Januari 2015!
dan akhirnya preeett lo kentut! Men, ini kentut terlucu di 1 Januari 2015!
dan mulai aktivitas yang lain yang bikin lo manusia suci abis dibayclin dan siap berdosa lagi.
Nah!
Lo butuh yang namanya komitmen, bukan cuma feeling semangat baru aja. Finally, gue di sini mau berbagi resolusi 2015. Berdasarkan ramalan, tahun ini adalah tahun KAMBING KAYU.
Kayu Jati apa kayu Eboni yaa.. Entahlah, mungkin dapat disimpulkan tahun ini perjuangan harus keras dan berkualitas! Sebenernya mungkin kalo orang bikin resolusi itu sama aja mengulang yang di tahun 2014 lupa ditepatin, atau sebenernya itu adalah resolusi 2012, atau emang ide awalnya resolusi 2013. Bukan masalah, bukan berarti gagal tapi harus dicoba lagi tahun ini semua resolusi yang belum ditepatin.
Sekarang udah tanggal 16 Januari 2015 dan belum terlambat untuk bikin target. Sebelum itu yang lo butuhin adalah KOMITMEN SEJATI supaya lo ga mudah lupa sama target-target yang mau lo capai di tahun yang baru ini. Gue mau kasi contoh resolusi 2015 yang tercipta dari hasil pertapaan 3 hari 3 malam.
RESOLUSI 2015 "GRATEFUL"
1. Aktif di Kampus
Menjejaki semester 6 gue gak bisa main-main lagi. Di fakultas udah dibagi penjurusan sesuai minat, dan dari kegalauan panjang akhirnya gue memilih menjadi Nutritionist for animal husbandry! Yey! Gue harus keras sama diri sendiri karna sekarang udah gak ada lagi alasan susah fokus, sekarang bidangnya cuma satu. Tahun ini gue pengen lebih kepo lagi soal pakan, banyak baca buku tentang pakan ternak, jalin relasi baik sama dosen dan teman-teman (ini penting sumpah!) karna bakal jadi adaptasi. Terkadang ide itu kan bukan dateng dari diri sendiri aja tapi juga dari sesama di sekitar kita.
2. Lebih hidup di duniamu! Action!
Dunia gue? Buat yang pernah baca postingan gue yang dulu-dulu pasti pada tau passion gue sebenernya di mana. Yup! Perfilman, dunia yang bikin gue gila sendiri. Udah dikubur, masih aja ngejer buat di care-in lagi. Jiwa gue emang di situ ternyata, gue emang tetep keras kepala mau jadi sutradara. Jadi gue memutuskan untuk serius menyentuh dan mau hidup di dunia itu sekarang. Kuliah gue mulai agak renggang dan bisa gue selipkan waktu luang untuk fokus juga di dunia perfilman dan teater. "Harapan sekecil apapun jangan langsung dimatikan, tapi dibangun!" Gue harus tetep rendah hati dan mau banyak belajar dari orang lain. Ada satu UKM di UNPAD khusus di bidang itu, namanya GSSTF dan gue calon anggota! Semoga diterima :)
3. Keep write and read more and more
Passion mau jadi sutradara menuntut gue harus berkomitmen untuk tetap rajin baca dan menulis apapun yang mau gue tulis. Gue pengen bikin suatu karya gak biasa tahun ini. Novel or short movie mungkin jadi pilihan gue untuk karya di tahun ini, ga muluk sih tujuannya hanya gue pengen mengubah dunia lewat tulisan gue. Untuk memulainya tulislah apapun, bacalah apapun dan nonton apapun (asal ga bokep) yang bisa nambah ilmu gue buat jadi sutradara atau penulis amatir sejati.
4. Don't be so serious about love
Jangan berani menyentuh cinta kalau memang belum siap. Jangan mengizinkan rasa dan memaknai terlalu dalam kalau masih samar-samar. Memperjuangkan itu kalau sudah nyata untuk kamu, memperjuangkan tidak sama dengan mencari tahu atau mempelajari seseorang demi sebuah rasa. Rasa itu milik berdua, nyata, terlihat, dan bisa digenggam. Tenggelam dalam kata kegembiraan rasa cinta belumlah bisa disebut sejati. Cinta dapat memilih rumah, cara, dan kata yang membawa atau menggenapi harapan yang lebih pasti. Cinta tau kemana harus berdiam, kapan harus dipilih, dan bagaimana jalannya. "Jatuh cintalah pelan-pelan, jangan sekaligus. Berat nanti." Tahun ini bukan berarti harus, cinta bukan dikejar, biarkan datang menghampiri.
Ini deskripsi yang mau gue jalanin aja sih, satu tahun kemarin gue juga belum yakin bisa mencintai seseorang dengan benar. Gairah buat pacaran agak pudar dalam diri gue. Makanya kalo temen-temen pada ngebully "weii mblo tahunan, terompet aja laku keras tiap tahun, masa lo gak!", atau "cari pacar sih tas, lo butuh banget sumpah biar ada yang care sama lo pas lagi sakit gini", yang lebih parah lagi "anggun dikit sih tas biar ada yang mau sama lo". Gue bukannya jelek-jelek amat idung aja yang pesek, tapi emang gairah untuk menuju kesana belum ada. Serius! Gue lagi pengen nikmatin hidup sendiri, heboh sama temen, pacaran sama ambisi gue aja. Gue males kalo harus berubah karna seseorang yang mungkin datangnya juga karna dikenalin sama temen-temen atau seseorang yang akhirnya menyentuh hidup gue tapi gak ditakdirin buat gue. Gue akan jatuh cinta lagi ketika memang beneran udah siap dan niat mau menjalani sebuah hubungan. Buat gue pacaran itu bukan coba-coba. Kalo emang ada orang yang suka sama gue, gue pengen mereka suka gue yang sebenernya yaaa yang begini adanya, bukan berdasarkan apa yang mereka pikir. Dan gue gak mau kalo mereka cuma nyimpen aja. Gue pengen mereka nunjukkin, jadi Jadi gue bisa ngerasainnya juga. Perempuan mana yang gak luluh ketika Ia diperjuangkan dengan tulus demi tujuan ingin melengkapinya sebagaimana adanya dia. Ahh.. that's the truth about love.
5. Harus KKN dan PKL di bulan Juni 2015
Karena fakultas gue emang paling gaul segalaksi Sumedang, terjadilah miskom antara Fakultas dengan mahasiswa/i. Gue ga ceklis PKL or KKN di krs semester 5 alhasil bulan Januari 2015 gue gabut, ngebabi doang di rumah. Maka dari itu, di tahun ini Juni 2015 gue harus ngejalanin dua-duanya sekaligus. Pertama gue KKN dulu, terus baru PKL. Hal ini sih udah dibicarain sama PD 1 dan katanya ijin 2 minggu pertama waktu awal semester 6 dianggap hadir. Biar cepet lulus coy! KKN gue akan diisi sama anak geologi, FK, dan FKG. Awesome banget kan!! OMG!! Can't wait...
Karena fakultas gue emang paling gaul segalaksi Sumedang, terjadilah miskom antara Fakultas dengan mahasiswa/i. Gue ga ceklis PKL or KKN di krs semester 5 alhasil bulan Januari 2015 gue gabut, ngebabi doang di rumah. Maka dari itu, di tahun ini Juni 2015 gue harus ngejalanin dua-duanya sekaligus. Pertama gue KKN dulu, terus baru PKL. Hal ini sih udah dibicarain sama PD 1 dan katanya ijin 2 minggu pertama waktu awal semester 6 dianggap hadir. Biar cepet lulus coy! KKN gue akan diisi sama anak geologi, FK, dan FKG. Awesome banget kan!! OMG!! Can't wait...
6. IPK stabil cukup dan baik
Buat yang satu ini wajib, ini parameter pembuktian ke orang tua gue bener kuliah apa gak di kota orang. Target gue sih sampe wisuda ntar IPK gak usah meroket amat, asal stabil di atas 3.5 aja gue juga udah puas. Yaaa maybe ortu maunya 3.99 tapi gak, gue bukan tipe yang ambisius amat buat begituan. Semester 6 ini gue harus rajin liat UP orang, mulai berimajinasi soal judul skripsi nanti apa, dan banyak kepo soal mantan eh salah soal nutrisi ternak. Wohoooo!
7. More english please! More!
Ini masih jadi wacana terus. Gue belajar english cuma dari film doang, belum cukup. Gue harus perdalam pelan-pelan tapi pasti. Juni TOEFL gue kudu 500. Caranya gimana? Nih..
Belajar sendiri aje, banyak baca buku sama banyakin vocabulary. Les Inggris murah meriah juga penting, biar komitmen lo dibantu orang buat direalisasikan.
8. DIET (Pola hidup sehat)
DEMI CELANA DALAM NEPTUNUS!! INI WACANA BANGET DARI DULU! Yang ada gue nambah gendoooooot T_T dan gak kurus sedikitpun. OCD dua minggu turun 3 kg, nyentuh sarapan dikit jadi kebiasaan lagi ehh naiknya 4 kg. Kan gak adil. Gue itung-itung kalo mau kaya model victoria secret berat gue harus 50-55 kg. Gue pengennya gak muluk cukup 53-55 kg aja, nah semoga tahun ini gue agak tahu diri dalam pola makan dan mulai olahraga. Tahun 2014 gue diisi dengan masuk Rumah Sakit mulu, tau dah heran banget. Orang mah demennya ngedugem, lah gue demennya diinfus. Jadi kebiasaan gue sehari-hari mesti diubah dengan...
- Kurangin ngemil (gorengan, ciki cinta, cilok, cireng, dll)
- Kurangin makanan pedas dan manis
- Usahakan gak minum es, kalo lagi dahaga banget aja
- Makan mie (instant, mie ayam, pokoknya mie!) cukup 2x sebulan aja
- Jangan terlambat makan
- No mandi malem
- Olahraga ringan (lempar lembing eh berenang, jogging, senam)
- Tidur maksimal jam 11 malam, ga ada lagi begadang!
- Banyak minum air putih dan makan buah
9. Perhatikan sikap untuk orang lain
STOP! Mudah meletakkan harapan dengan mengandalkan orang lain. Gak semua orang bisa mengerti apa yang kita maksud, sekeras apapun cara untuk orang lain supaya berbuat seperti yang kita inginkan kalo emang gak kepikiran ya sampai kapanpun gak akan terjadi. Jangan mudah memberikan totalitas dalam diri untuk orang yang sekedar mau menikmati saja. It supposed to be some give and take, but if only taking and not giving anymore is bullshit, go away! Carilah dan total kepada orang yang menghargai dan membuatmu cantik begini adanya. Jangan ekspektasi terlalu besar ke orang lain dan jauhi dendam. Lebih baik memulai daripada mati gerah.
10. Perhatikan sikap untuk diri sendiri
KEEP POSITIVE AND ALWAYS GRATEFUL!
Sesuai judul resolusi gue, hidup gue di 2015 harus lebih bersyukur. Ini yang paling susah. Bersyukur ini dalam segala hal, dalam untung dan malang, suka dan duka, sakit dan sehat, maupun jomblo atau ga jomblo. Again. Misal, di saat semua orang bisa nonton di bioskop lo lagi ga ada duit terus cuma bisa nonton dari laptop, bersyukur! Karna ga semua orang bisa punya laptop, atau gak semua orang punya internet! Contoh lain, lo lagi sakit terbaring, kesel dan bosan, bersyukur! masih ada yang peduli sama lo saat sakit, lo punya keluarga, dan teman-teman. Kebayang gak anak yang yatim piatu di panti asuhan sakit terbaring, dia merindukan orang terdekatnya tapi gak ada, yang ada cuma teman-teman di panti yang mungkin peduli seadanya aja. Bersyukur! Hidup lo indah, di atas penderitaan lo masih banyak yang lebih menderita, di atas langit masih ada langit berusahalah rendah hati, jangan sombong! Dunia ini bukan milikmu saja. Sekali lagi, bersyukur atas segala yang kita dapat maka hidup akan penuh senyuman, lebih positif, dan lebih bersemangat lagi untuk berbuat baik.
That's mine! So, what about you? Semoga resolusi yang gue buat bisa menginspirasi kalian yang baca ya, kunci dari membuat sebuah target adalah spesifik maunya apa. Jangan target GUE PENGEN SUKSES, itu terlalu luas. Sukses dalam bidang apa? Mau jadi apa? Apa yang mau dibuat? Nah baru lo bisa fokus sama target lo. Tempel di kamar, catet di notes, atau tulis di kertas kecil masukin dompet supaya lo selalu inget waktu gak boleh disia-siain, setidaknya berusaha dikit demi dikit lama-lama kan jadi bukit :)
See yaa...
But, December. How?
Let's thinking about something in December
What you waiting for December?
Joy? Present?
Red or green around?
Prepare for something? Birthday, Christmas or New Year, maybe?
Or a cup of hot chocolate? It must be different if you drink it in December. I think. Cliché? That’s the way I am.
Me? Close enough. I’m human too.
So many hope I prepared for
December. It feels like every second day after day must be meaningful, then in the end of
December I can be the woman who satisfied with my life to end this year and
begin the new year with joy and more confident than before.
But..
I don’t get it, even in the beginning of December.
Banyak kenangan, banyak
dosa, banyak amarah dan banyak keegoisan di bulan kemarin. Salah mengartikan maksud antara dua hati, tadinya samar-samar seperti cinta namun realita berkata lain. Sebentuk cinta yang ibaratnya masih zigot tidak bisa berkembang menjadi sesuatu yang dapat hidup dan bernafas. Cinta gugur diperintah oleh logika. Mungkin karena terlalu lama tidak melebur dengan seseorang, maka sudah lupa cara untuk menduga, mengejar, mendapatkan bahkan mempertahankan. Tak apa, masih muda. Bukan sebuah penyesalan, hanya saja cinta nyaris datang terlambat (a.k.a tidak jadi datang).
Sekiranya Desember menjadi bulan yang penuh pengampunan dan kesempatan di mana aku seorang yang biasa, bisa mencari bahagia di setiap harinya. Setidaknya karena aku punya
tiket masuk dan layak bahagia di bulan ini. Iya, umurku bertambah di bulan ini wajar kalau aku merasa melekat dan punya peran di bulan ini. Aku punya satu hari spesial di mana aku bisa mematenkan bahwa tanggal 11 adalah
milikku. Mungkin bukan hanya aku saja manusia yang berulangtahun tanggal 11 di
planet ini, tapi aku tetap percaya tanggal 11 Desember itu milikku. Khayal? Biar saja.
Harapan? Sudah pasti. Bukan cuma
satu! (awalnya)
Lalu semua berubah, aku merangkumnya semua menjadi satu
meskipun punya fungsi yang berbeda, karena dunia ini bukanlah pabrik pengabul keinginan konsumennya.
Yup, cuma satu inginku, aku mau bagian
punggungku normal lagi.
Tepat tanggal 21 Desember 2014
nanti adalah peringatan sudah dua tahun punggungku tak bersahabat akibat jatuh terduduk. Orang awam bilang ini saraf kejepit. Apapun itu namanya aku
ingin sakit ini segera jadi sejarah, bukan lagi harus kunikmati selama bulan
Desember ini. Aku percaya diri ini akan segera teratasi, akan segera hilang,
akan segera normal kembali. Cepat! Bahkan bila perlu sebelum tanggal 11 datang,
sebelum matahari tanggal 11 muncul ini akan pulih seperti sedia kala. Wajah
akibat nyeri di setiap bangun pagi berubah menjadi wajah sumringah sambil
melompat-lompat sadar bahwa sakitnya sudah benar-benar hilang. Sungguh, aku mau!
Semangat berapi-api muncul ketika
ada salah satu fisioterapi di Jakarta yang mengajakku untuk cek dan terapi.
Harganya? GRATIS. Tanpa pikir panjang aku melaju ke Jakarta, penuh harap dan
penuh kepercayaan. Diiringi langit mendung dan hujan lebat aku sampai di
Jakarta. Penantian penuh hingga esoknya
aku sampai di tempat terapi. Setelah ditindak sang ahli terapi mengatakan
kebenaran tentang sakit ini. Nama penyakit ini adalah Hernia Nucleus Pulposus. Entah apapun itu namanya aku tak butuh,
yang aku mau tahu adalah ini bisa segera sembuh atau tidak. Aku tidak mau ulangtahun
diiringi tangis, merasakan suasana natal dengan rasa kurang adil, atau berganti
tahun tanpa ada semangat menuju kebaruan. That’s terrible things.
Finally, the therapist says; "this is gonna be long time to be normal again" I’ve broken heart. So broken.
Berulang kali aku bertanya,
berarti tidak bisa dalam dua kali berobat ini? Dan berulang kali sang ahli pun
berkata tidak, pengobatan butuh berbulan-bulan terapi, bahkan setelah itu ada
pasien yang sama sudah berobat bertahun-tahun namun belum pulih juga. Terlintas
di pikiranku mungkin terapi adalah jalan menunda kelumpuhan, bisa saja.
Suasana langit Jakarta seperti
tahu apa yang ada di benakku, mendung lalu hujan lebat. Tangisku terwakilkan.
Tak ada air mata hari ini, berita mengagetkan itu cukup memukul untuk
mengingatkan “bersahabatlah kembali dengan kenyataan, berlari lah lagi bersama
kenyataan, ini hidupmu! Ini jalanmu”. Pikiranku lain, aku melawan! Aku belum
ikhlas! Aku bukan takut lumpuh. Hal yang kutakutkan adalah umurku akan
bertambah, namun belum ada apa-apa yang kuciptakan. Aku selalu berpikir aku
akan menjadi pahlawan yang membuat suatu perubahan untuk orang lain, akan ada cerita hebat untuk diceritakan, maksudku Aku pernah menjadi spesial.
Manusia memang indah berkata-kata untuk orang lain, tiba-tiba bisa menjadi ahli cinta, ahli filsafat, ahli psikologi, bahkan ahli kemanusiaan. Namun, untuk diri sendiri gagal.
Aku? Tidak terkecuali. Ku sebut ini krisis kepercayaan. Untungnya aku percaya hidup ini indah
begini adanya, tak banyak inginku saat ini.. hanya satu, aku ingin punggungku
normal kembali. Sabar aku menunggu, maka aku bisa mengganti doaku. Bukan cepat
pulih sebelum ulangtahunku, tapi berangsur-angsur membaik sampai ada hadiah
terindah yang bisa aku dapat. Berjuang bukan hal yang bercanda, berjuang bukan hal yang instan, sesuatu yang bernilai pasti prosesnya lama.
Aku belum
mati, bahkan belum juga lumpuh. Mimpiku masih di sana, kuharap sabar ia menanti. Pada langit mendung sore hari aku berbisik, kiranya Sang Pencipta memaafkan kesalahanku yang sudah-sudah, memberiku kesempatan dan sabar melihatku yang naik turun imannya menghadapi persoalan ini. Aku percaya Tuhan tidak membiarkanku sendirian, Ia di sana..masih di sana sabar menantiku.
......
There is the last 23 opportunities. I'm on my way to believing
May God have a mercy for me
Happiness is like a butterfly: the more you chase it, the more it will elude you, but if you turn your attention to other things, it will come and sit softly on your shoulder - Thoreau -
Dear Moonlight. Why?
Mengawali bulan ke-11 ini bukan lah hal istimewa. Bukan juga punya target. Sama, seperti bulan-bulan sebelumnya. Tak pernah ada ingatan atau momen istimewa terlintas untuk dikenang.
Kemarin, malam mengajakku menengadah pasrah ke atas. Bulan menyapaku dengan sinarnya yang membuatku tak perlu berkata-kata, sudah pasti aku akan terenyuh dan terpaku menatapnya. Aku jatuh cinta pada sosoknya. Tanpa perlu ditemani banyak sinar bintang, Ia percaya diri untuk memuaskan setiap mata yang mau memandang ke atas.
Maaf..
Aku terbuai di dalamnya. Entahlah, kuaanggap ini sebuah isyarat.
Bolehkah aku sampaikan?
Bolehkah aku meminta sedikit saja?
Tanpa perlu mengingat sekarang kita siapa,
Tanpa perlu kembali pada apa yang telah terjadi,
Tanpa perlu mengingat kata-kata menyakitkan yang pernah kita saling ucapkan atau janji yang tak tergenapi.
Tanpa perlu mengingat malam-malam yang lalu,
Walaupun semua itu dapat mudah saja diingat tanpa bantuan sinar bulan malam ini. Semoga hanya malam ini aku meminta..
Aku tak mengajakmu kembali, namun izinkan aku mengajakmu untuk sebentar saja mengabaikan kenyataan.
Aku tak bisa lindungi hati, bantulah aku semampumu..
Rasakan isyaratku yang dapat kamu rasa tanpa perlu kamu sentuh dan kamu cari tahu.
Isyarat sehalus udara, angin, dan sinar bulan.
Isyarat sehalus udara, angin, dan sinar bulan.
Aku merindukanmu.
Sungguh..
Aku merindukanmu malam ini.
Bukan karna Bulan saja. Ia hanya membantuku untuk jujur meluapkan rasa yang sebenarnya sudah lama ku abaikan. Bulan tahu aku munafik, Ia tahu aku butuh tapi yang ku lakukan cuma diam. Aku sibuk menutupi, berpura-pura bahwa aku baik-baik saja mengatasi rasa ini sendiri. Aku salah, bahkan Bulan pun ikut turun tangan pada manusia yang selalu urung angan.
Aku tetap merindukanmu.
Aku tetap merindukanmu.
Terlintas di kepalaku saat kamu menyanyikan lagu itu. Suaramu jelas terngiang di telinga kiriku, serasa hadirmu melantunkan langsung di sebelahku dan aku tertegun menatap bulan sambil bertanya dengan bodohnya..
Entahlah, yang kutahu hanya aku sangat merindukanmu tepat malam ini.
Itulah saja caraku menghayatimu.
Untungnya Bulan ada membuatku jujur dan bersahabat pada kenyataan.
Tak ada air mata malam ini, senyumku merekah..
Semoga cukup di malam ini saja, semoga malam berikutnya Bulan tahu aku tak berani berbohong lagi.
Apakah Bulan butuh alasan yang sentimental juga supaya Ia bisa muncul seutuhnya tanpa perlu menyimpan hasratnya yang selalu ingin muncul utuh di setiap malam?
Karna dengan muncul utuh Ia lebih ditatap, lebih dipuja, dan terlihat lebih indah.Semua orang tahu itu.
Entahlah, yang kutahu hanya aku sangat merindukanmu tepat malam ini.
Itulah saja caraku menghayatimu.
Untungnya Bulan ada membuatku jujur dan bersahabat pada kenyataan.
Tak ada air mata malam ini, senyumku merekah..
Semoga cukup di malam ini saja, semoga malam berikutnya Bulan tahu aku tak berani berbohong lagi.
-ALB-
Subscribe to:
Posts (Atom)

