Tas?

Hampir 4 bulan hidup di Jatinangor, dengan segala kehidupannya yang keras yap akhirnya sebagai SAMSONWATI gue tasye, cewe kece paling oke ini bisa bertahan. Setiap hari semangat itu ada, bisa tumbuh, bisa aja pergi. Kata orang sih semua itu tergantung pada diri kita sendiri, dan celakanya gue setuju. Sometimes, it’s too hard deserve yourself to be a good positive thinker for everyday in your whole life. Susah, susah abis. Ada saat di mana kita buntu dan merasa lebih baik untuk jauh berpikir ke belakang, memikirkan semua keinginan yang belum bisa tercapai karna keadaan sekarang. Well, hal terbaik yang bisa dengan bijak dilakukan cuma BERSABAR dan BERUSAHA. Capek, bosen, basi dengernya karna kadang susah mengontrol rasa sabar. Kadang iri melihat orang lain yang berhasil mencapainya duluan, omongan orang yang kadang tanpa mereka sadari juga ikutan nusuk dan pupusin semua semangat gue. Tapi gue mau ikhlas, mau sabar, and trying to BELIEVE.

God never let me alone in my darkness, He knows my future even before I was plan all my dreams.
Tulisan waktu menjadi mahasiswa baru yang merasa (lagi) mimpinya tertunda entah karena kepolosan, bakti kepada orangtua, atau ambisi yang besar namun masi rabun arah. Satu hal yang pasti, aku berbisik pada diriku sendiri:
"HA! Malu jenis apalagi ini sudah tahun keempat masih ada keluhan? Bangun tas.."

Selesaikan secara utuh. Kamu? Tak terkecuali.

Jatinangor, 10.5.2015 

Sebuah Elegi di Balik Angin Malam

Entah angin malam jenis apa yang menghentakku dini hari seperti sekarang ini.
Jantungku tak bersahabat, darah serasa berkumpul semua di otak. Rasanya seperti mau berlari seperti dulu pergi ke tempatmu, tanpa perlu ragu akan gelap dan dinginnya angin malam.
Pipiku mulai hangat.
Sudah dua tahun yang lalu, termasuk satu tahun terlewat tanpa saling mengucap selamat ulangtahun. Mungkin kamu lupa. Aku? Kutahan sebisaku, dalam doa malam itu saja kusampaikan.Tuhan lah jadi saksi malam itu, karena aku tak mampu menghampirimu dengan sebuah ucapan selamat ulangtahun tanpa rasa harap.
Apa kabar?
Apakah banyak yang kamu lakukan selama ini untuk terus hidup menjadi sebagaimana kamu?

Hidupku berat walau tak seberat orang di jalanan sana.
Menghadapi orang yang sakit dan diri sendiri yang sakit, bahkan aku pikir sakitku bukan fisik saja tapi jiwa juga ikut-ikutan.
Berkutat dengan ambisi yang tak sejalan sehingga motivasiku nyaris hilang arah. Setahun yang lewat diisi dengan nafsu sampah yang aku pikir bisa membuatku lupa, kamu pernah pergi menyerah.
Aku tidak mau jadi seperti perempuan kebanyakan di luar sana, sibuk mengambil tissuenya. Menangisi semua yang pernah Ia upayakan dan semua janji yang tak menjadi hadiah untuk kesetiaannya pada cinta yang dipikirnya sejati tapi justru malah sebaliknya. Menyaksikan film romantis dan akhirnya menangis lagi, atau berani berkata menyesal sudah pernah sangat cinta dan berharap.
Jangan sampai, aku mengagumi senjaku.

Sepertinya aku mengarah kesana, hanya saja ini sedang kulawan sekeras mungkin. Aku menganggapmu itu pelajaran, pengalaman, dan hadiah yang memang ada masanya. Kuhindari rasa menyesal, kuhindari rasa perasaan tak dianggap, kuhindari kepala yang terus mengingat kata sayang dan janji yang mendekapku erat dulu, kuhindari rasa ingin dipikirkan, dan kuhindari perasaan menduga-duga aku masih cinta atau hanya perasaan kawatir saja.

Aku terlalu perempuan saat itu, senja. Aku terlalu takut cintaku tak jadi, seperti perempuan yang memburu untuk diberi pertanggungjawaban padahal aku tahu cinta tak mungkin berjalan mulus jika nafsu untuk memiliki karna ego atau kesenangan semu.
Aku salah, aku terlalu perempuan. Aku terlalu perempuan.

Selalu, kuhindari rasa untuk diutamakan sejak saat itu. Aku belajar walaupun niatku besar, tak selalu posisi utama yang bisa kudapatkan. Aku pun tak pernah mengucap doa supaya kamu kembali.

Cintakah ini, senja?
Sebanyak ini aku mengurai rasa hampaku, seperti ini sedih yang selalu aku tahan supaya tak beranak-pinak hingga berhari-hari.

Cintakah ini, senja?
Bahkan menyebut namamu pun aku ragu.
Sulit untukku mengucap namamu tanpa rasa harap.
Melakukan dosa pun setelah itu kamu melintas, lalu matilah aku disibukkan dengan perasaan bersalah dan berpikir bahwa bukan tipe wanita seperti ini yang kamu inginkan, lalu dengan percaya diri berkata pada diri sendiri:
"nanti aku tak akan bisa hidup benar jika seperti ini, bukan seperti yang pernah kamu tunjukkan".

Rasakan, kata-kataku mulai pesimis.

Cintakah ini, senja?
Cuma kamu yang paling tahu soal cinta.
Lucu, dekapanmu selalu terasa. Tubuh besarmu itu menghangatkan.
Sering sekali aku berkhayal kita bisa duduk berdua, tanpa mengingat apa yang terjadi dulu. Hanya kita dan dua cangkit teh hangat, lalu aku mulai bicara hidupku selama tidak di dekatmu seolah kamu bukanlah kamu, tapi teman cerita yang baru. Cerita banyak hal tentang bagaimana aku menjauh, bagaimana aku berpura-pura, menangis, sakit, dan melakukan dosa yang kalau kamu dengar bisa membuatmu mungkin selintas menghakimiku dengan tanpa memperhitungkan rasa sayangku untukmu.
Ahh senja, sedari tadi celotehan ini hanya berujung di satu muara. Kiranya angin malam membawa kata-kataku, terserah mau lenyap atau berujung padamu asal jangan kembali karena aku akan selalu pergi.
Cuma bisa begini, senja. Cuma bisa lirih.




Senja, aku merindukanmu. Sangat rindu.

ALB -1 Juli 2015; 01.32-

Surat untuk Ahh.. Kalian Berdua.

Sebelum ada yang baca ini, berikan aku ruang kosong untuk masuk ke dalam hatimu, Kalian berdua. Mungkin cuma 5-10 menit saja, setelah itu urusan kalian.

Semoga Tuhan berbelas kasihan.

Dingin. Dingin sekali di sini.
Angin malam tak bersahabat
Memutar otakku sinkron ke hati lalu ke liang yang kuhindari
Pipiku mulai hangat, basah, dan deras.

Terbayang dulu, dulu sekali aku lincah bukan main
Menghayal sana sini belum banyak merasa
Terbuai keindahan diriku di masa depan
Ahh.. aku pasti jadi wanita rupawan
Hasratku jadi lebih besar dari badanku sendiri

Hari itu. Kalian tolak.
Inginku diabaikan
Hasratku dipupuskan
Aku cuma punya Dia saja
tapi Dia tak muncul langsung, peringatkan kalian
Dia cuma perhatikanku saja, yang asik menikmati air mata
Bersahabat dengan rasa sakit
Berdampingan dengan rasa tertipu oleh diri sendiri

Satu tahun, dua tahun, tiga tahun
Kupakai topengku, kutapak jalan asing berbelok
Hakikat hidup selamat, kalian bilang
Entah kenapa aku di sana
Entah kenapa aku terbawa
Tenang, pasti aku pun terlibat. Aku salah.
Jangan kau bentak aku, aku tahu!
Sudah sejauh ini aku menipu diriku sendiri
Terlalu lama aku membisu

Suatu titik menghentakku
Bagaikan suara tentara yang memaksaku untuk berdiri,
walaupun aku tak ingin berdiri
Sinar silaunya menyinari dan mengusik

Di sini..
Aku berhenti di sini, hanya jalan setapak
Jalan ini tak ada jejak kaki di depanku
Sebelah kananku ada jejak maju dan jejak kembali runyam sekali
Sebelah kiriku ada jejak maju sampai jauh tanpa ada jejak kembali
Sebrang sana lagi ada jejak kaki maju, namun ada jejakan besar
lebih besar dari telapak kaki, mungkin pemiliknya sempat jatuh
Kulihat milikku, bersih sampai menuju sinar itu

Kukira aku main aman
Banyak pertimbangan tapi tak juga kumulai langkah kecilku
Semua orang mulai mendahuluiku
Semua... tak terkecuali bayanganku yang tak sabar ingin melangkah
Padahal seharusnya Ia setia di belakangku

Apalah artinya hidup, bila aku banyak takut
Apalah artinya hidup, bila takutku itu kalian berdua



COMING SOON! RESOLUSI 2015 "GRATEFUL"

Oke, gue kaga bisa nahan lagi. Boleh yaa, boleh??


UDAH 2015 DAN GUA BELUM JADI ARTIS!!!

Ahhh.. jangan pergi, anggun lagi nih :)
Telat banget ya baru tanggal segini nongolnya. Biasa sibuk bakar emosi dulu, baru bakar lemak. BTW, telat boleh ya daripada tidak sama sekali *ngeles*


H A P P Y N E W Y E A R 2 0 1 5

So, gimana malam tahun baru kalian?? Asik? Seru? Ujan? Sial doa gue kejawab dong. It's so disgusting when many couple around you, laughing, hugging or kissing under the moonlight. SKAHA! Canda, lebih asik malam tahun baruan sama keluarga kok.

Sumpah! Rame!

Tapi..malam tahun baruan gue kaku abis kaya kolor baru. Sebagai anak yang gak bisa request terlahir di keluarga suku apa, gue menyerah, pasrah. Fix! Gue anak batak. Jadi setiap malam tahun baru kagak bisa parte-parte sama temen, main kembang api heboh sampe tetangga protes, atau keliling kota di malam tahun baru. Gak! Lo batak? Gak bisa.
Kenapa?
JAGA TRADISI. That's it! What kind of that tradition?
The name is.... MANDOK HATA.

       Mandok Hata adalah kegiatan yang menyampaikan sesuatu hal dalam satu keluarga besar ketika berkumpul, sesuatu tersebut misalnya berupa nasihat, kritikan, saran, pengakuan kesalahan, hingga permintaan maaf kepada salah seorang yang dituju dalam moment malam tahun baru itu.
       Kegiatan ini dipimpim sama seseorang yang biasanya kepala keluarga (laki-laki paling tua). Moment penting ini mewajibkan seluruh keluarganya untuk hadir. Nah, terus di satu sesi acara ada sebuah kegiatan yang bernama Mandok Hata. Biasanya acara ini di pimpin oleh satu orang sebagai moderator yang bertugas memanggil nama-nama yang akan melaksanakan kegiatan Mandok Hata.
       Pas kegiatan Mandok Hata dimulai maka suasana akan berubah sekejap menjadi hening, di sini lah lebih baik kalian banyak doa. Lebih tegang dari dosen penguji coy!! Ini SEKELUARGA yang nguji lo. Di kiri adek lo mulai ketawa-tawa kayak iblis inget lo pernah nyolong duit atau boongin emak, di kanan kakak atau abang lo mulai naikkin alis seolah mau bilang "GUE BUNUH LO KALO BONGKAR DOSA GUE SAMA EMAK BAPAK", dan lo memilih diam, pengen pura-pura kesurupan gak mungkin. Masing-masing anggota keluarga menyampaikan apa yang ingin mereka sampaikan dengan tenang dan tidak diperbolehkan menyembunyikan sesuatu apapun yang mau disampaikan. Tetep pake damai kaga pake emosi. Serunya bakalan ada aja yang gugup waktu mau menyampaikan pesan dan kesannya. Eitss tapi air mata juga diajak ikutan di acara ini. Mandok Hata akan menjadi suasana yang mengharukan ketika ada salah seorang keluarga yang meminta maaf atas kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukannya. Sehingga tangis pun terkadang tidak terelakkan lagi. Nah abis itu salam-salaman deh saling memaafkan dan mengucapkan selamat tahun baru. AWESOME BANGET KAN BATAK INI COY!!!!
       Terjawab kan kenapa anak batak ga bisa hura-hura, sok nolak, atau sok alim karna gak mau diajak keluar malem-malem. Sebenernya inilah yang kami alami, bukan sok alami tapi kami cuma jaga tradisi :')

then...
FIREWORKS?
FAILED!!!

Lupakan soal kelamnya malam tahun baru. Nah, ngomongin soal tahun baru pastinya seru merangkai RESOLUSI!

Gila abis, the power of feeling 1 Januari 2015 di mana..
Lo menapak kaki lo dari kasur ke lantai! Men, langkah awal gue di 1 Januari 2015!
Lo mulai ngaca ke kamar mandi! Men. ini muka ga kontrol gue di 1 Januari 2015!
Lo mulai sarapan, dan men!! Ini kunyahan absurd gue di 1 Januari 2015!
dan akhirnya preeett lo kentut! Men, ini kentut terlucu di 1 Januari 2015!
dan mulai aktivitas yang lain yang bikin lo manusia suci abis dibayclin dan siap berdosa lagi.
Nah!
       Lo butuh yang namanya komitmen, bukan cuma feeling semangat baru aja. Finally, gue di sini mau berbagi resolusi 2015. Berdasarkan ramalan, tahun ini adalah tahun KAMBING KAYU.
Kayu Jati apa kayu Eboni yaa.. Entahlah, mungkin dapat disimpulkan tahun ini perjuangan harus keras dan berkualitas! Sebenernya mungkin kalo orang bikin resolusi itu sama aja mengulang yang di tahun 2014 lupa ditepatin, atau sebenernya itu adalah resolusi 2012, atau emang ide awalnya resolusi 2013. Bukan masalah, bukan berarti gagal tapi harus dicoba lagi tahun ini semua resolusi yang belum ditepatin.

Sekarang udah tanggal 16 Januari 2015 dan belum terlambat untuk bikin target. Sebelum itu yang lo butuhin adalah KOMITMEN SEJATI supaya lo ga mudah lupa sama target-target yang mau lo capai di tahun yang baru ini. Gue mau kasi contoh resolusi 2015 yang tercipta dari hasil pertapaan 3 hari 3 malam.

RESOLUSI 2015 "GRATEFUL"

1. Aktif di Kampus
Menjejaki semester 6 gue gak bisa main-main lagi. Di fakultas udah dibagi penjurusan sesuai minat, dan dari kegalauan panjang akhirnya gue memilih menjadi Nutritionist for animal husbandry! Yey! Gue harus keras sama diri sendiri karna sekarang udah gak ada lagi alasan susah fokus, sekarang bidangnya cuma satu. Tahun ini gue pengen lebih kepo lagi soal pakan, banyak baca buku tentang pakan ternak, jalin relasi baik sama dosen dan teman-teman (ini penting sumpah!) karna bakal jadi adaptasi. Terkadang ide itu kan bukan dateng dari diri sendiri aja tapi juga dari sesama di sekitar kita.

2. Lebih hidup di duniamu! Action!
Dunia gue? Buat yang pernah baca postingan gue yang dulu-dulu pasti pada tau passion gue sebenernya di mana. Yup! Perfilman, dunia yang bikin gue gila sendiri. Udah dikubur, masih aja ngejer buat di care-in lagi. Jiwa gue emang di situ ternyata, gue emang tetep keras kepala mau jadi sutradara. Jadi gue memutuskan untuk serius menyentuh dan mau hidup di dunia itu sekarang. Kuliah gue mulai agak renggang dan bisa gue selipkan waktu luang untuk fokus juga di dunia perfilman dan teater. "Harapan sekecil apapun jangan langsung dimatikan, tapi dibangun!" Gue harus tetep rendah hati dan mau banyak belajar dari orang lain. Ada satu UKM di UNPAD khusus di bidang itu, namanya GSSTF dan gue calon anggota! Semoga diterima :)


3. Keep write and read more and more

Passion mau jadi sutradara menuntut gue harus berkomitmen untuk tetap rajin baca dan menulis apapun yang mau gue tulis. Gue pengen bikin suatu karya gak biasa tahun ini. Novel or short movie mungkin jadi pilihan gue untuk karya di tahun ini, ga muluk sih tujuannya hanya gue pengen mengubah dunia lewat tulisan gue. Untuk memulainya tulislah apapun, bacalah apapun dan nonton apapun (asal ga bokep) yang bisa nambah ilmu gue buat jadi sutradara atau penulis amatir sejati.


4. Don't be so serious about love
Jangan berani menyentuh cinta kalau memang belum siap. Jangan mengizinkan rasa dan memaknai terlalu dalam kalau masih samar-samar. Memperjuangkan itu kalau sudah nyata untuk kamu, memperjuangkan tidak sama dengan mencari tahu atau mempelajari seseorang demi sebuah rasa. Rasa itu milik berdua, nyata, terlihat, dan bisa digenggam. Tenggelam dalam kata kegembiraan rasa cinta belumlah bisa disebut sejati. Cinta dapat memilih rumah, cara, dan kata yang membawa atau menggenapi harapan yang lebih pasti. Cinta tau kemana harus berdiam, kapan harus dipilih, dan bagaimana jalannya. "Jatuh cintalah pelan-pelan, jangan sekaligus. Berat nanti." Tahun ini bukan berarti harus, cinta bukan dikejar, biarkan datang menghampiri.

Ini deskripsi yang mau gue jalanin aja sih, satu tahun kemarin gue juga belum yakin bisa mencintai seseorang dengan benar. Gairah buat pacaran agak pudar dalam diri gue. Makanya kalo temen-temen pada ngebully "weii mblo tahunan, terompet aja laku keras tiap tahun, masa lo gak!", atau "cari pacar sih tas, lo butuh banget sumpah biar ada yang care sama lo pas lagi sakit gini", yang lebih parah lagi "anggun dikit sih tas biar ada yang mau sama lo". Gue bukannya jelek-jelek amat idung aja yang pesek, tapi emang gairah untuk menuju kesana belum ada. Serius! Gue lagi pengen nikmatin hidup sendiri, heboh sama temen, pacaran sama ambisi gue aja. Gue males kalo harus berubah karna seseorang yang mungkin datangnya juga karna dikenalin sama temen-temen atau seseorang yang akhirnya menyentuh hidup gue tapi gak ditakdirin buat gue. Gue akan jatuh cinta lagi ketika memang beneran udah siap dan niat mau menjalani sebuah hubungan. Buat gue pacaran itu bukan coba-coba. Kalo emang ada orang yang suka sama gue, gue pengen mereka suka gue yang sebenernya yaaa yang begini adanya, bukan berdasarkan apa yang mereka pikir. Dan gue gak mau kalo mereka cuma nyimpen aja. Gue pengen mereka nunjukkin, jadi Jadi gue bisa ngerasainnya juga. Perempuan mana yang gak luluh ketika Ia diperjuangkan dengan tulus demi tujuan ingin melengkapinya sebagaimana adanya dia. Ahh.. that's the truth about love.


5. Harus KKN dan PKL di bulan Juni 2015
Karena fakultas gue emang paling gaul segalaksi Sumedang, terjadilah miskom antara Fakultas dengan mahasiswa/i. Gue ga ceklis PKL or KKN di krs semester 5 alhasil bulan Januari 2015 gue gabut, ngebabi doang di rumah. Maka dari itu, di tahun ini Juni 2015 gue harus ngejalanin dua-duanya sekaligus. Pertama gue KKN dulu, terus baru PKL. Hal ini sih udah dibicarain sama PD 1 dan katanya ijin 2 minggu pertama waktu awal semester 6 dianggap hadir. Biar cepet lulus coy! KKN gue akan diisi sama anak geologi, FK, dan FKG. Awesome banget kan!! OMG!! Can't wait...

6. IPK stabil cukup dan baik
Buat yang satu ini wajib, ini parameter pembuktian ke orang tua gue bener kuliah apa gak di kota orang. Target gue sih sampe wisuda ntar IPK gak usah meroket amat, asal stabil di atas 3.5 aja gue juga udah puas. Yaaa maybe ortu maunya 3.99 tapi gak, gue bukan tipe yang ambisius amat buat begituan. Semester 6 ini gue harus rajin liat UP orang, mulai berimajinasi soal judul skripsi nanti apa, dan banyak kepo soal mantan eh salah soal nutrisi ternak. Wohoooo!

7. More english please! More!
Ini masih jadi wacana terus. Gue belajar english cuma dari film doang, belum cukup. Gue harus perdalam pelan-pelan tapi pasti. Juni TOEFL gue kudu 500. Caranya gimana? Nih..
Belajar sendiri aje, banyak baca buku sama banyakin vocabulary. Les Inggris murah meriah juga penting, biar komitmen lo dibantu orang buat direalisasikan.

8. DIET (Pola hidup sehat)
DEMI CELANA DALAM NEPTUNUS!! INI WACANA BANGET DARI DULU! Yang ada gue nambah gendoooooot T_T dan gak kurus sedikitpun. OCD dua minggu turun 3 kg, nyentuh sarapan dikit jadi kebiasaan lagi ehh naiknya 4 kg. Kan gak adil. Gue itung-itung kalo mau kaya model victoria secret berat gue harus 50-55 kg. Gue pengennya gak muluk cukup 53-55 kg aja, nah semoga tahun ini gue agak tahu diri dalam pola makan dan mulai olahraga. Tahun 2014 gue diisi dengan masuk Rumah Sakit mulu, tau dah heran banget. Orang mah demennya ngedugem, lah gue demennya diinfus. Jadi kebiasaan gue sehari-hari mesti diubah dengan...
  • Kurangin ngemil (gorengan, ciki cinta, cilok, cireng, dll)
  • Kurangin makanan pedas dan manis
  • Usahakan gak minum es, kalo lagi dahaga banget aja
  • Makan mie (instant, mie ayam, pokoknya mie!) cukup 2x sebulan aja
  • Jangan terlambat makan
  • No mandi malem
  • Olahraga ringan (lempar lembing eh berenang, jogging, senam)
  • Tidur maksimal jam 11 malam, ga ada lagi begadang!
  • Banyak minum air putih dan makan buah

9. Perhatikan sikap untuk orang lain
STOP! Mudah meletakkan harapan dengan mengandalkan orang lain. Gak semua orang bisa mengerti apa yang kita maksud, sekeras apapun cara untuk orang lain supaya berbuat seperti yang kita inginkan kalo emang gak kepikiran ya sampai kapanpun gak akan terjadi. Jangan mudah memberikan totalitas dalam diri untuk orang yang sekedar mau menikmati saja. It supposed to be some give and take, but if only taking and not giving anymore is bullshit, go away! Carilah dan total kepada orang yang menghargai dan membuatmu cantik begini adanya. Jangan ekspektasi terlalu besar ke orang lain dan jauhi dendam. Lebih baik memulai daripada mati gerah.

10. Perhatikan sikap untuk diri sendiri
KEEP POSITIVE AND ALWAYS GRATEFUL!
Sesuai judul resolusi gue, hidup gue di 2015 harus lebih bersyukur. Ini yang paling susah. Bersyukur ini dalam segala hal, dalam untung dan malang, suka dan duka, sakit dan sehat, maupun jomblo atau ga jomblo. Again. Misal, di saat semua orang bisa nonton di bioskop lo lagi ga ada duit terus cuma bisa nonton dari laptop, bersyukur! Karna ga semua orang bisa punya laptop, atau gak semua orang punya internet! Contoh lain, lo lagi sakit terbaring, kesel dan bosan, bersyukur! masih ada yang peduli sama lo saat sakit, lo punya keluarga, dan teman-teman. Kebayang gak anak yang yatim piatu di panti asuhan sakit terbaring, dia merindukan orang terdekatnya tapi gak ada, yang ada cuma teman-teman di panti yang mungkin peduli seadanya aja. Bersyukur! Hidup lo indah, di atas penderitaan lo masih banyak yang lebih menderita, di atas langit masih ada langit berusahalah rendah hati, jangan sombong! Dunia ini bukan milikmu saja. Sekali lagi, bersyukur atas segala yang kita dapat maka hidup akan penuh senyuman, lebih positif, dan lebih bersemangat lagi untuk berbuat baik.


That's mine! So, what about you? Semoga resolusi yang gue buat bisa menginspirasi kalian yang baca ya, kunci dari membuat sebuah target adalah spesifik maunya apa. Jangan target GUE PENGEN SUKSES, itu terlalu luas. Sukses dalam bidang apa? Mau jadi apa? Apa yang mau dibuat? Nah baru lo bisa fokus sama target lo. Tempel di kamar, catet di notes, atau tulis di kertas kecil masukin dompet supaya lo selalu inget waktu gak boleh disia-siain, setidaknya berusaha dikit demi dikit lama-lama kan jadi bukit :)
See yaa...