Selamat Ulangtahun Kumowarih, Kekasihku.

11:51 PM

Malam ini aku ingin tidur lebih larut. Berharap bisa menjadi orang pertama yang mengucapkan selamat ulang tahun padamu. Meski aku tahu, bidadari di surga pasti telah menjamumu dengan lebih meriah.
Dan aku persis tahu, Ibumu pasti tengah rindu. Anak bungsu kesayangannya, bertambah dewasa tanpa duduk di sebelahnya. Tapi, kamu juga pasti tahu, jarak tak ada artinya karna hati yang berdoa jauh lebih utama memelukmu dengan erat malam ini, di hari ulangtahunmu.

Menuliskanmu menjadi hal yang selalu berputar di kepalaku, merdeka sekali rasanya menggambarkan kamu yang secara ajaib hadir di saat-saat tak terduga, membuatku bersyukur bahwa beruntunglah aku, tandanya Tuhan sayang padaku. Ia kirimkan kamu yang tunjukkan banyak hal, aku belajar bagaimana menjalani kesendirian. Berteman baik dengan kesepian, sesekali bercerita tentang hari yang dilewati atau senja yang ditunggui. Darimu, aku belajar bagaimana rasanya duduk sendirian di bangku taman sesorean, menatapi keramaian orang-orang. Dan sibuk memeragakan percakapan pasangan kekasih yang bergandengan tangan.

Darimu, aku belajar bahwa hidup ini bukan sekadar sadar tak bisa berbuat apa-apa. Siapa pun, termasuk aku, punya arti. Punya alasan mengapa dilahirkan ke bumi ini. Bahwa Ibu takkan sia-sia melahirkanku dari rahim bahagia yang dia damba. Aku saja yang belum paham bagaimana kehidupan ini berjalan. Lewat kamu aku belajar untuk percaya. Bahwa aku adalah sesuatu. Untuk siapapun, aku sesuatu. Ada nilainya.

Sudah setahun ya, Le..
Ulangtahun keduamu, meski tak di sana, meski tak lewat nada atau lilin ulangtahun yang menyala dan sepotong kue pun. Hadapi malam ini dengan segala rasa syukur, kiranya seluruh rasa sayangku menyelimuti ruangan hatimu yang siap masuk ke halaman yang baru.
Kadang aku menghayal ingin membawamu ke sebuah gunung, di mana kamu bisa melihat lautan langit yang tak berujung. Aku ingin membawamu menyelami kesunyian yang resap dan dalam. Aku ingin mengajakmu rebah di atas rerumputan dan menatapi langit. Jika kamu takut atau tak kuat mendaki, akan kubawa kamu ke lepas pantai. Mendirikan tenda di atas pasir, lalu kala malam tiba, kamu akan bisa menikmati senyapnya debur ombak mengisi kekosonganmu. Tapi apa serunya hidup hanya berdua seperti itu? Mungkin lama-lama kamu pun akan menggigitku karena bosan manusia yang kamu lihat aku lagi, aku lagi. Haha.

Jadi apa rasanya sudah 26 tahun?


Baru dua kali aku ucapkan untukmu, jangan bosan ya. Kiranya ada terus ucapan yang melayang di hari ulangtahunmu!

Selamat bertambah usia.

Jangan pernah takut dengan ulang tahun dan pertambahan usia. Bertambah satu hitungan usia, pertanda kita diberi suatu pencapaian untuk bisa sampai pada tahap usia ini oleh Tuhan, yang belum tentu Ia berikan kepada yang lainnya. Bersyukurlah kita masih bisa hidup, masih bisa memperbaiki diri.

Semoga selalu diberikan yang terbaik.

Tuhan lebih tahu apa yang terbaik bagimu, bagiku, dan bagi kita. Apapun yang terjadi, pastilah yang terbaik.

Semoga berbahagia selalu.

Doa favoritku. Apa lagi hal paling tinggi yang dapat dihadiahkan dan selalu diinginkan kepada seseorang dalam kehidupan ini kalau bukan kebahagiaan?

Lalu,

Pernahkah kukatakan padamu? Ada beberapa hal yang akan kusampaikan perihal ulangtahunmu:
Pertama, simbol-simbol ulangtahun tak mampu kusediakan di hadapanmu saat ini, maafkan semesta Ia belum mempertemukan kita. Mungkin seminggu, sebulan atau tahun depan? Hari esok memang selalu jadi misteri. Kita tidak pernah tahu, berencana hanya membuat kita kelelahan kalau semesta akhirnya kurang merestui. Tak apa sayang, aku masih milikmu meski momen bertambah usia disampingmu bukan aku, biar guling tipismu yang memelukmu saat ini.

Kedua, hari kelahiran sejatinya adalah sub bab yang baru pada sebuah buku kehidupan atau mungkin sebuah bab, atau pula babak baru, tergantung caramu memainkan peran.

Ketiga, apalah artinya merayakan ulangtahun kalau toh hidup seperti itu-itu saja. Jadi buatlah sesuatu!

Keempat, masih terlintas pertanyaan di kepalaku kenapa aku harus menuliskan ini untukmu.

Kelima, berapapun umurmu bertambah bagiku kamu tetaplah seorang bocah. Bermanja-manjalah hanya padaku saja, yang lain belum tentu bisa jadi muara kemanjaanmu.

Keenam, di luar sana ada banyak hari-hari yang lebih baik dari sekedar hari ulang tahun. Coba kau temukan sendiri, Le.

Ketujuh, kau pasti pernah mendengar kalau umur bisa saja bertambah tapi kedewasaan belum tentu. Bagaimana dengan dirimu sendiri?
Kedelapan, setelah ini jadilah matahari karena Ia empunya janji yang selalu ditepati. Terbitlah setiap pagi.
Kesembilan, pergilah dengan lilin atau jadilah terang itu sendiri. Di luar sana gelap dan jangan sesekali mengumpati mereka karena tak akan ada gunanya. 
Kesepuluh dan yang terakhir sebagai penutup tulisan yang kau tunggu-tunggu ini, selamat bersenang-senang dengan umur barumu sekalipun tidak ada yang peduli. Maka, untuk bisa bersepakat dengan orang lain, itu satu hal. Tapi bersepakat dengan diri? Itu hal lain. Di usia baru ini, semoga kamu lebih hanya ingin menjadi. Tidak lagi mengikuti. Semoga kamu menemukan akarmu. Lalu Ia bisa merambat, tertancap kuat dan tak ada lagi angin yang mampu menggoyahkan kehendaknya. Selamat ulang tahun yang ke-26. Sudah saatnya memberi jalan untuk mewujudkan diri. Untuk tumbuh. Menjadi pribadi yang ajeg tapi harus selalu ingat untuk tetap membumi. Seperti pohon. Seperti bunga. Seperti hari ini. Semoga semesta merestui awal perjalanan baru ini.

Terimakasih dengan keadaanmu telah mencintaiku dengan sederhana, terimakasih karna tak juga lelah menunggui senja bersamaku. Kelak, senja itu milik kita tak ada satupun pemiliknya selain kita berdua.

"Senang bisa bertemu kamu di pertigaan Boromeus malam itu. Mudah-mudahan kita kuat, sekuat kehidupan, cinta dan pemahaman. Kegagalan dan merasa sedih tidak selalu berarti kekalahan".


We still have many places to visit, many paths to discover and many roads to ride on. You still have so many thoughts to write, stories to be told and poems to be found. Today marks the day of reflection of the many moments we’ve shared together - and the many more to come. Forever young, Le!
Dear Kumo, happy birthday. I wish you all the love in the world.
But most of all, I wish it from myself.
Love you and more,
Hugs & Kisses,
Anastasia Laurensia Barutu ♥

Bandar Lampung,
sebelum tengah malam..
20.3.2017

You Might Also Like

0 komentar

Follow by Email